e. ” Sarapan Pagi “.

Rabu, 23 Nopember 2005, sebagaimana biasa Gideon AS memulai aktivitas pagi harinya dengan berdoa bersama anak-anak dan istrinya, baru kemudian berangkat bekerja. Dalam perjalanan ia nikmati kasih karunia Tuhan yang selama ini ia rasakan sungguh luar biasa. Ia sangat mengagumi planning Tuhan atas kehidupan dirinya dan juga anak-anaknya. Memang belum tuntas, apalagi selesai. Kerikil – kerikil tajam yang menghunjam kaki-kakinya masih terkadang terasa menyengat. Namun satu hal yang ia yakini bahwa hidupnya bukan lagi miliknya sendiri melainkan milik Tuhan, demikian juga dengan anak-anak dan istrinya.

Belum lama ia sampai di tempat pekerjaannya yang baru,  seseorang masuk ke ruang kerjanya meminta ijin untuk beristirahat. Sebut saja Mr. Tmb. Sekilas Gideon AS melihat ia memang dalam kondisi lemah. Tidak lama kemudian seseorang masuk lagi menanyakan bagaimana keadaan orang yang tadi masuk untuk istirahat. Diberikan jawaban bahwa orangnya ada di dalam. Kemudian masuk lagi orang ke tiga menanyakan hal yang sama, dan tentu saja mendapatkan penjelasan yang sama bahwa yang bersangkutan ada di ruang Gawat Darurat sedang istirahat.

Berbarengan dengan itu ditengarai ada kasus keracunan dimana yang menjadi penyebab adalah makanan tempe, sehingga Gideon AS lebih dahulu konsentrasi pada kasus yang diduga keracunan makanan, sehingga dilakukan penanganan lebih dahulu.

Kurang lebih seperempat jam kemudian terdengar jeritan panjang dari ruang gawat darurat. Berulang – ulang. Semula Gideon AS tidak terlampau menghiraukan, karena kemungkinan hanya sakit biasa, tetapi ketika terus berteriak kesakitan, terusiklah ia melihat sumber suara dan ingin mengetahui apa yang terjadi dibalik suara jeritan yang terjadi berulang-ulang.

Ternyata orang yang pertama masuk dan berbaring di tempat tidur pasien, sedang manifestasi kuasa kegelapan. Orang kedua yang masuk sedang berdoa, demikian juga dengan orang yang ke tiga sedang berdoa memohon belas kasihan Tuhan agar segera membebaskan orang itu dari cengkeraman kuasa kegelapan. Gideon AS segera sadar bahwa dihadapannya ada kuasa kegelapan yang sedang menari-nari atas tubuh seseorang, maka segera ia ambil minyak urapan dari kantong celananya, mengoles diri sendiri, menguduskan diri sendiri, berdoa memohon kekuatan Tuhan untuk mematahkan kuasa kegelapan.

Beberapa saat kemudian tangan yang sudah berlumuran minyak urapan segera memegang kepala Mr. Tmb., secara perlahan. Tetapi reaksi yang muncul dari orang itu sangat luar biasa, teriakannya dibarengi dengan teriakan panas,…, panas,…., demikian berkepanjangan. Tangan Gideon AS tetap melekat pada kepala orang itu sekalipun ia sudah nampak kesakitan dan kepanasan. Dan manifestasi semakin mengganas. Wajah orang itu menegang, muka merah dan otot nampak menegang, mata merah dan tatapannya liar. Kaki dihempas ke segala arah demikian juga dengan kedua tangannya membentuk sikap mencakar seperti cakar harimau. Siluman harimau. Ya orang itu nampak manifestasi siluman harimau.

Ketiga orang yang berdoa tetap semangat terus berdoa, menengking kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Namun orang itu manifestasinya bertambah hebat sampai terlepas dari penjaganya dan dengan atraktif bersikap seperti seorang pesilat yang siap bertarung. Badannya kadang berputar ke berbagai penjuru, kaki menendang-nendang dan kedua tangannya melancarkan serangan dalam bentuk cakaran. Namun nama Yesus sangat luar biasa, sehingga akhirnya ia bisa kembali dikuasai dengan baik.

Mr. Tmb., nampak lemah tidak berdaya. Ia demikian lemah bahkan seperti terkulai. Gideon AS segera mencari tahu mengapa ia bisa demikian. Dan Gideon AS mendapat keterangan bahwa Mr. Tmb., pernah mengundang kuasa kegelapan agar mengisi hidupnya. Gideon AS renungkan apa yang harus dilakukannya dalam menghadapi Mr. Tmb., Gideon AS berdoa sepenuhnya kepada Tuhan agar langkah yang diambilnya tidak salah dimata Tuhan. Gideon AS mau segala sesuatu yang dilakukannya tidak menyimpang dari Firman dan kehendak Tuhan. “ Sarapan pagi “ yang lain dari pada yang lain.

Ketika suasana menjadi hening, beberapa orang mulai berdatangan ke lokasi dimana Mr. Tmb., berada. Banyak pertanyaan terlontar seputar peristiwa itu. Bagi orang banyak dikatakan bahwa Mr. Tmb., kesurupan, kesambet atau apapun sebutannya. Saat itulah Gideon AS kembali mendekati Mr. Tmb., yang sudah mulai membuka mata.

“ Kamu lelah ? “ sapa Gideon AS dengan lembut agar tidak menarik perhatian banyak orang.

“ Iya, pak,.. maafkan saya pak,… saya adalah seonggok sampah yang tidak ada gunanya pak,.. saya mau Yesus ambil nyawa saya pak “ jawab Mr. Tmb., sambil menangis.

“ Kamu mau bebas dari setan ? “ kembali Gideon AS bertanya.

“ Iya pak,.. tetapi bayangan itu terus mengikuti saya “

“ Siapa dia ? “

“ Seorang wanita pak “

“ Sekarang dimana dia ? “

“ Dia ada disekitar saya pak ,.. tolong saya pak ?  Saya tidak bisa bebas dari dia “

“ Yesus bisa bebaskan kamu asal kamu percaya “

“ Iya pak ,.. saya percaya karena saya juga Kristen pak “

Kemudian Gideon AS mengeluarkan minyak urapan dari  kantong saku celananya. Ajaib begitu melihat minyak urapan, Mr. Tmb., menyatukan kedua telapak tangan dalam posisi menyembah sambil mengatakan sambil merintih perlahan, katanya :

“ Aduh,.. pak jangan dengan itu pak,.. itu membuat saya sakit sekali ! “

“ Kamu kenal benda ini ? “

“ Iya,.. itu minyak urapan “

“ Kamu mau bebas ? “

“ Iya pak,.. ! “

“ Buka mulutmu ! “

Ketika mulut terbuka segera Gideon AS alirkan kedalamnya minyak urapan. Apa yang terjadi,.. ternyata kembali ia berteriak dengan kuat. Kembali suasana yang semula hening menjadi gempar karena teriakan Mr. Tmb., memang kuat sekali. Ia berteriak kesakitan, kepanasan dan beberapa kali mengumpat.

“ Siapa kamu,…. !!! “ demikian ia berteriak.

“ Lihat siapa dibelakang saya ! “ jawab Gideon AS dengan tenang.

Mr. Tmb., terdiam sejenak namun kembali berontak sehingga memerlukan banyak tangan untuk menguasai tubuhnya. Segera muncul roh harimau dengan cakarannya. Ia bahkan berdiri diatas tempat tidur periksa dengan style seorang pesilat yang memainkan jurus “ cakar harimau. “ Setelah berhasil dipaksa kembali duduk di tempat tidur, Gideon AS dengan satu tangan kiri memegang leher orang itu dan tangan kanan tetap memegang minyak urapan. Gideon AS dan beberapa kawannya termasul Mr. TP,.. Mr. Dv., Mr. Prh., beberapa kali menengking dan menghardik roh setan itu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.  Dan tidak lama kemudian segera melemah, melemah dan kembali lunglai tidak berdaya.

Ketika menjadi hening kembali orang-orang yang mengerumuninya satu demi satu undur dari ruangan dan kembali Gideon AS melihat Mr. Tmb., membuka mata. Segera di dekatinya, katanya :

“ Dari mana serangan masuk ke dalam tubuhmu ? “

“ Telinga pak “

Gideon AS kembali mengolesi kedua tangannya dan dengan jari tangan kanan maupun kiri segera menyumbatkan jari telunjuk kanan maupun kiri ke lubang telinga disertai dengan penengkingan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kembali ia berteriak dengan kuat dengan gerakan kedua tangan dan kakinya ke segala arah. Kembali suasana menjadi riuh dengan teriakan-teriakan Mr. Tmb., dan ternyata segera mengundang orang-orang yang disekitarnya. Langsung ruangan penuh dengan banyak orang yang berlatar belakang berbeda-beda. Segera keadaan itu diatasi dengan berdoa dari beberapa orang pengurus Persekutuan Doa. Dan seperti biasa ketika Mr. Tmb., mulai tenang kembali, Gideon AS bertanya apa yang masih dirakannya.

“ Di pundak kanan dan kiri saya pak seperti ada beban yang berat sekali “

“ Siap dilepaskan ? “

Ketika ia mengangguk perlahan, kembali dengan tangan Gideon AS yang sudah diolesi dengan minyak urapan meraba pundak Mr. Tmb. dari satu sisi terlebih dahulu. Segera ia berteriak dengan kuat disertai dengan gerakan tangan dan kaki ke segala arah. Namun tidak lama kemudian kembali menjadi tenang. Dan segera Gideon AS meraba pundak sisi satunya lagi. Kembali ia berteriak tidak kalah kuatnya dari sebelumnya sehingga membuat orang-orang disekitarnya kembali berdatangan, mengerumuni dan juga ingin tahu apa yang terjadi atas diri Mr. Tmb,.

Saat itu juga datang ibunya dan juga pendeta dari gerejanya serta kawan-kawan dekatnya di gereja. Mereka segera ambil alih doa dan penengkingan. Dan Gideon AS menarik diri dan kemudian bersikap sebagai penonton. Mr. Tmb., berontak sangat brutal sampai 4 orang yang memegangnya terpental lepas semuanya, kembali ia berdiri diatas tempat tidur sambil mulutnya mengeluarkan kata-kata yang tidak semestinya di ucapkan sebagai orang Kristen, namun segera berhasil dilumpuhkan dan ditidurkan di lantai dan dijaga beberapa orang.

Tidak terlalu lama hal itu berlangsung, segera nama Yesus menguasai medan pertempuran dan Mr. Tmb., kembali lunglai. Mata sedikit demi sedikit terpejam. Ia nampak sangat lelah.

“ Kasihan sekali “ kata Gideon AS dalam hati. Dan seiring dengan keadaan Mr. Tmb. yang menjadi demikian tenang, tatapan mata yang tidak lagi liar dan ganas, pihak keluarga dan pendeta dari gerejanya meminta agar yang bersangkutan dibawa ke gereja untuk pelepasan. Namun sebelum berangkat, Gideon AS mendekati Mr. Tmb,. selain menanyakan keadaannya, juga di ajak menyanyikan beberapa nyanyian gereja, diantaranya lagu “ Ketika kuhadapi kehidupan ini “ dan  “ Saat kujatuh dan tak berdaya  “ .

Gideon AS melihat dan bisa rasakan bahwa Mr. Tmb., memberikan respon yang baik sekali. Beberapa kali ia katakan Haleluya dan puji Tuhan. Dan setelah dua lagu dinyanyikan dengan lembut, Gideon AS sampaikan agar Mr. Tmb., menghafal ayat dari Alkitab yang sangat ditakuti kuasa kegelapan. Yaitu Wahyu 20:10 , Markus 6:12-13, Markus 16 : 17-18, Lukas 10:19 dan beberapa ayat yang lainnya. Satu hal terjadi diluar dugaan Gideon AS ketika ia bertanya :

“ Lihat mata saya “ Gideon AS meminta Mr. Tmb., menatap matanya. Kemudian setelah  Mr. Tmb., menatapnya dengan lembut, Gideon AS kembali bertanya.

“ Apa yang nampak dimata saya “

“ Saya melihat ada Yesus “

Demikianlah kira-kira pukul 11.00 Mr. Tmb., dibawa ke gerejanya disertai beberapa kawan-kawan yang mengawalnya, agar dipastikan ia tiba ditempat tujuan dengan selamat.

Ke esokan harinya Mr. Tmb. , kembali bekerja seperti biasa bahkan dengan sengaja menemui Gideon AS untuk menyerahkan bungkusan yaitu sebuah benda yang diyakini sebagai  jimat yang selama ini menghuni dompetnya. Mr. Tmb., katakan :

“Saya akan menyerahkan benda ini kepada bapak “ katanya sambil membuka dompet dan mengambil jimatnya. “ Benda inilah yang menjadi penyebab sehingga saya menjadi seperti kemarin “ tambahnya.

“ Kamu rela benda ini dihancurkan ? “ Tanya Gideon AS dengan tatapan tajam.

“ Iya pak, terserah bapak akan diapakan benda itu sama bapak “

Setelah menyerahkan jimat yang selama ini disimpan di dompetnya. Ia berujar,

 “ Besok Minggu ayah saya juga akan menyerahkan jimatnya ke pendeta di gereja saya “ sambil berlalu Mr. Tmb., memberikan penjelasan bahwa ayahnya juga termasuk pengundang setan atau kuasa kegelapan.

Kemudian Gideon AS membuka bungkusan yang selama ini dianggap benda bertuah/jimat. Begitu dibuka ternyata berbentuk seperti serbuk besi dan serbuk glas. Segera ia berdoa menghancurkan benda itu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan kemudian disiram dengan minyak urapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dan kemudian dilemparkan ke tempat sampah. Selesai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: