g. Adikodrati ke 22.

Waktu berjalan dan terus bergulir dengan atau tanpa kita sadari. Aktivitas yang bersifat rutin ataupun yang insidentil mengalir dan terus mengalir, termasuk dalam hal ini adalah Gideon AS sendiri. Ia kembali menggeluti rutinitas pekerjaannya di tempat yang relatif baru.

Seseorang nampak dipapah kawannya ke tempat Gideon AS, dengan keluhan kepala bagian belakangnya sakit sekali. Dan ketika dilakukan anamnese ternyata yang bersangkutan pernah mengalami kecelakaan lalu lintas dimana kepalanya terbentur benda keras. Ia pernah dirawat di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading selama 2 minggu. Pernah pula di rawat di RS Ananda ~ Bekasi bahkan pernah pula dibawa ke alternatif. Sekalipun demikian serangan rasa sakit di kepala bagian belakang sering terasa dan sangat mengganggu aktivitasnya sebagai seorang karyawan.

Dalam kegelisahannya ia minta buli-buli panas untuk mengompres kepalanya. Setelah itu minta obat pusing untuk meredakan sakitnya, tetapi ia masih tetap kesakitan dan gelisah guling sana guling sini. Ia tidak bisa tenang. Ia mengaduh, mengeluh dan senantiasa memegang bagian kepala yang sakit. Sejauh ini Gideon AS renungkan dan tetap memperhatikan dengan seksama serta komunikasi dengan Tuhan, tentang langkah yang akan diambilnya.

Ia dari kalangan Ismail, sehingga ia akan merasa asing dengan Yesus. Namun Gideon AS segera ingat bahwa di dalam alkitab saudara sepupu kita, Yesus dikenal dengan Isa Almasih. Akhirnya ia tanyakan beberapa hal.

“ Kamu biasa membaca Alqur’an ? “ tanya Gideon AS.

“ Iya pak “ jawabnya lemah.

“ Apakah di dalam alkitabmu ada tertera Isa Almasih ibnu Mariam ? “

“ Iya pak “ katanya sambil mengangguk perlahan.

“ Apakah kamu percaya bahwa dahulu ketika hidup di dunia ini Isa Almasih bisa menyembuhkan orang sakit dan bahkan bisa menghidup-kan orang yang sudah mati ?

Kembali ia menganggukkan kepala dengan tatapan sayu.

“ Apakah kamu juga percaya bahwa sekarang ini Isa Almasih ibnu Mariam  masih bisa menyembuhkan kamu ? “

“ Saya percaya pak ! “ jawabnya mantap.

“ Boleh saya berdoa dengan cara saya ? “

“ Boleh pak ! “ katanya sambil mendekapkan kedua tangannya di dadanya. Ia nampak pasrah dalam kelemahannya. Penyerahannya tergambar dari sikapnya.

Tidak lama kemudian Gideon AS berdoa disamping orang itu. Ia serahkan orang itu kedalam belas kasihan Tuhan dengan sepenuh hati. Kemudian ia juga menggunakan minyak urapan untuk mengoles bagian tubuh yang sakit. Setelah doa selesai, Gideon AS membuka mata. Orang itu nampak demikian tenang dan sepertinya tengah tertidur. Perlahan-lahan kepalanya diletakkan pada tempat tidur seperti semula.

Satu setengah jam kemudian ia bangun dari tidurnya dan meminta ijin kembali bekerja.

“ Jangan dulu,.. istirahat beberapa saat lagi “ kata Gideon AS. Tetapi satu jam berikutnya ia bangkit berdiri dan siap kembali bekerja. Sebelum ia tinggalkan ruangan ia katakan, “ Terimakasih pak, ketika tangan bapak tadi memegang kepala saya, terasa enak sekali dan sakit kepala saya sekarang sudah hilang “

“ Jangan terimakasih pada saya, karena saya bukanlah apa-apa. Tetapi terimakasihlah pada Isa Almasih ibnu Mariam karena Dia-lah yang sudah menyembuhkan kamu “

“ Pokoknya yang tadi itu saya mengucapkan terimakasih “

“ Imanmu yang menyembuhkan kamu “

Apakah susahnya bagi Tuhan untuk menyembuhkan orang itu ?  Kalau Tuhan mau, tidak ada yang mustahil bagi-Nya, tentu kalau orang itu percaya. Tanpa iman tidak akan ada kesembuhan.

Senin 10 Januari 2006 Gideon AS membuka komputer di tempat kerjanya. Sungguh ia sangat terkejut ketika terprint gambar yang diambil dari situs di internet yang termasuk porno. Kemudian segera di cek dalam memory komputer dan ternyata ada situs internet porno yang dibuka. Gideon AS ingat bahwa pada hari Sabtu  7 Januari 2006 ia mengajak Wilbert ke kantor karena selain ada resepsi kawannya, juga agar Wilbert tidak jenuh selalu dirumah.

Lewat tengah malam Wilbert masih di depan komputer dan membuka internet. Beberapa kali Gideon AS bangun dan Wilbert masih di depan komputer. Baru kurang lebih pukul 03.30 Wilbert tidur di tempat tidur pasien. Dan pukul 06.30 dibangunkan Gideon AS karena akan siap-siap ke gereja.

Berdasarkan itulah Gideon AS menganggap bahwa  Wilbert telah melakukan perbuatan menjijikkan, percabulan, kenajisan yang tidak bisa lagi ditolerir. Dan Senin 10 Januari 2006 sore harinya Gideon AS bersiap membongkar “skandal “ yang dilakukan Wilbert.

Waktu itu baru beberapa menit melewati pukul 18.00, Gideon AS menggelar doa bersama keluarga yang ada. Sedangkan Wilbert dan Ragil adiknya belum pulang entah sedang ada dimana. Demikianlah maka ketika sampai pada pujian dan penyembahan Wilbert dan Ragil telah pulang dan langsung bergabung.

Dengan hancur hati Gideon AS memohon belas kasihan Tuhan agar menimpakan hukuman atas kesalahan  Wilbert pada dirinya sebagai orang tua Wilbert. Gideon AS merasa telah gagal mendidik Wilbert menjadi anak Tuhan yang kudus. Demikian juga dengan Yulia Purwati yang juga memohon belas kasihan dan ampunan Tuhan atas perilaku Wilbert yang tidak kudus.

Dan,… setelah doa selesai, masing-masing membuka mata. Nampak Gideon AS masih bersuara berat, ada nada amarah dan geram. Sambil menyeka air mata yang menggenangi kelopak matanya ia tatap Wilbert yang juga sedang menatap ayahnya. Wilbert nampak seperti seorang anak yang kebingungan.

“ Apa yang kamu lakukan di kantor papa kemarin ? “ tanya Gideon AS dengan tatapan tajam.

“ Yang kapan ? “ jawab Wilbert datar.

“ Yang terakhir !! “

“ Yang saya tahu adalah ketika bangun pagi dibangunin papa untuk segera mandi, karena akan segera ke gereja “ jawab Wilbert tenang.

“ Apa yang kamu lakukan pukul 00.00 – 03.30 di depan komputer “

“ Saya tidak tahu !! “ jawab Wilbert masih tetap tenang.

“ Kamu langsung terus terang atau papa yang memberitahu !!,.. Ingat tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan !!. “ ancam Gideon AS pada anaknya.

“ Saya sudah katakan apa yang saya tahu dan saya ingat, selain itu saya tidak tahu harus bicara apa ? “

“ Kamu tidak merasa membuka situs porno di internet ? “

“ Enggak,!!… kapan ? ! “ tanya Wilbert polos.

“ Terakhir waktu ikut papa !! “

“ Enggak pah,.. Oke,.. sekarang  Wilbert akan jelaskan “

Demikian penjelasan Wilbert.

  ~ Sabtu 9 Januari 2006. Waktu itu kira-kira pukul 11.00 siang saya masih tidur. Roh saya diangkat Roh Kudus ke atas dan diatas saya bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus. Seperti biasa saya tidak berani melihat wajah Tuhan, hanya sebatas bagian bawah saja.

“ Ada apa Tuhan, roh saya kok diangkat ! “ tanya  Wilbert  pada Tuhan

“ Tubuhmu akan Kupakai menguji ayah kamu,.. sudah lama ayah kamu tidak di uji “ jawab Tuhan.

“ Yang mengisi tubuh saya siapa Tuhan ? “ kembali  Wilbert  bertanya.

“ Roh cabul “ jawab Tuhan.

Kemudian Tuhan mengajak saya keliling dunia. Tuhan memperlihatkan peristiwa menjelang akhir zaman. Waktu diatas Amerika diperlihatkan kerumunan banyak manusia yang sedang antri mendapatkan cap pada tangannya dengan stempel 666. saya tergelitik untuk bertanya.

“ Itu ada apa Tuhan kok mereka sepertinya sedang antri “

“ Itu roh ekonomi, dimana ada cap pada tangan mereka yang menjadi pengikut iblis, dan semua itu bisa kamu baca di Kitab Wahyu “ jawab Tuhan.

Kemudian roh saya dibawa Tuhan ke dataran tinggi Himalaya. Sampai persis di atas puncak gunung tertinggi itu tiba-tiba terdengar letusan yang sangat dahsyat sampai saya terkejut.

“ Aduh,.. suara apa itu Tuhan ? “ spontan saya bertanya.

“ Ini akhir zaman Wilbert,.. gunung-gunung akan meletus,.. dan akan terjadi kekacauan dimana-mana “ jawab Tuhan. Diawan-awan saya melihat seorang wanita yang sedang hamil dengan membawa tongkat. Saya bertanya, “ Tuhan,.. !., perempuan itu siapa Tuhan ? “

“ Pakailah hikmat !….., Bukankah di Wahyu kamu bisa baca mengenai wanita itu ? “

“ Oh,.. yang akan melahirkan dan sudah ditunggu oleh naga ? “

“ Kamu kadang-kadang pinter  Wilbert “ jawab Tuhan.

Kemudian saya sampai kembali ke Indonesia, saya melihat rumah om Budi di Bekasi hancur berantakan tidak karuan. Ketika saya mendekati rumah saya sendiri, saya melihat rumah di sekitar rumah saya hancur berantakan sedangkan rumah saya tetap utuh.

 “ Rumah disekitar rumah saya hancur berantakan tidak karuan, tetapi rumah saya kok tetap utuh ! “

tanya Wilbert.

“  Lho bukankah kamu sering berdoa agar senantiasa dilindungi malaikat ? “ jawab Tuhan.

“  Iya yah,.. “ jawab  Wilbert.

Sementara itu langkah saya sudah mendekati rumah saya. Pohon duren didepan rumah saya sudah tinggal tonggak, daunnya sudah gundul. Saya melihat sosok lelaki dewasa yang mirip diri saya sedang berdoa bersama saudara-saudara saya dan kedua orang tua saya.

“ Itu siapa Tuhan yang mirip seperti saya ? “ tanya Samuel W.

“ Itulah kamu nanti ketika kamu dewasa “ Jawab Tuhan. Dan akhirnya saya ikut bergabung dalam doa bersama. Saya mengingat pesan Tuhan agar apa yang saya alami hari ini tidak diceritakan dulu kepada siapapun sebelum waktunya tiba. Termasuk ada beberapa pesan Tuhan yang disampaikan kepada saya agar tidak menuliskan beberapa kejadian  yang saya alami. Kemudian roh saya kembali ke dalam tubuh saya minggu pagi 10 Januari 2006 kurang lebih pukul 06.30 di kamar tidur pasien di kantor papa.

Dan ketika sebelum gabung doa tadi saya ada di rumah tetangga, Roh Kudus memberitahukan saya bahwa hendaklah ia tidak terkejut kalau sampai dirumah nanti akan mendapat perlakuan yang tidak di duga sama sekali. Dan Roh Kudus tadi memberitahu saya bahwa sekarang saya boleh menceritakan apa yang saya alami bersama Tuhan.

Gideon AS kemudian meminta peneguhan melalui ayat Alkitab, Wilbert berdoa memohon ayat yang diminta ayahnya. Dan segera ayat itu diberikan. Di ambil dari Pengkotbah 5:1 ( Janganlah engkau terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh karena itu biarlah perkataanmu sedikit ). Dan setelah dibaca berulang kali barulah Gideon AS menyadari bahwa ia harus bisa mengendalikan mulutnya serta tidak sembarangan melontarkan tuduhan.

“  Dan kalau saya berdusta,.. biarlah esok hari saya tidak bisa berjalan karena sakit “  Wilbert menguatkan melalui janjinya.

Inilah adikodrati Wilbert yang ke 22 ( dua puluh dua )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: