h. Siapa yang makan ?

Di suatu siang, seseorang yang memperkenalkan diri sebagai keluarga karyawan  PT. TDW memberitahu-kan bahwa adiknya saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Lebih lanjut ia memberikan informasi tentang apa yang terjadi pada adiknya. Beberapa hari sebelum dibawa ke Rumah Sakit, ia juga sudah beberapa kali dibawa ke pengobatan alternatif dan juga ke orang-orang pintar. Tidak ada perubahan dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak Rumah Sakit, ternyata tidak ditemukan kelainan apa-apa, termasuk diagnosa awal dengan epilepsy ternyata tidak ada data pendukung, kemudian diduga Hepatitis B, ternyata ketika dilakukan pengecekan lebih lanjut, hasilnya normal-normal saja. Bahkan akhirnya di konsultasikan ke psikiater, dan juga tidak nampak adanya perubahan yang signifikan.

Bahkan sudah lebih dari dua minggu tidak buang air besar.

“ Apakah Kusnandar ( nama adiknya ) selama ini mau makan ? “ tanya Gideon AS

“ Makannya lahap sekali serta cukup banyak, tetapi badannya tetap kurus “ jawab tamunya.

“ Kemana larinya makanan yang dimakan ? “ kembali Gideon AS ajukan pertanyaan sederhana.

“ Itu yang kami dan keluarga menjadi bingung. Makannya banyak, tetapi badannya kurus dan tidak buang  air besar lebih dari 2 minggu.

“ Kemungkinan makanannya di makan jin “ Gideon AS menjawab se enaknya.

“ Ach,.. masa begitu !! “  jawab tamunya terkejut.

“ Logika saja,.. siapa lagi yang memakan kalau bukan jin ataupun sebangsanya ! “

Tamu Gideon AS diam sejenak, memperhatikan Gideon AS dengan seksama, seakan ingin mengetahui apa yang ada dalam benak Gideon AS. Sadar bahwa Gideon AS diperhatikan tamunya, malahan ia tersenyum dan bahkan mencoba membuka percakapan seputar alam roh.

Simple dan cukup sederhana Gideon AS membagi cerita mengenai alam roh. Ternyata tamunya cukup antusias mendengarkan kata demi kata, kalimat demi kalimat dan bahkan terkadang mengajukan beberapa pertanyaan mengenai alam roh. Dan ketika dirasa cukup perbincangan yang mereka lakukan, Gideon AS memberikan satu botol kecil minyak zaitun dan menjelaskan kepada tamunya bagaimana menggunakannya, dengan terlebih dahulu Gideon AS meminum sedikit minyak dalam botol itu sambil menjelaskan bahwa minyak ini adalah minyak zaitun dan bisa diminum seperti yang dicontohkan Gideon AS.

Ke esokan harinya sang tamu menghubungi Gideon AS melalui telepon, ia sampaikan perkembangan Kusnandar adiknya.

“ Ada perkembangan yang terjadi pada adik saya pak “  katanya antusias.

“ Apa yang terjadi pada Kusnandar ? “ Gideon AS meminta penjelasan.

“ Setelah saya minumkan minyak dari bapak, sekarang sudah bisa buang air besar, dan bahkan yang semula tidak mengenali saudara-saudaranya, sekarang sudah mulai ia kenal “

“ Syukurlah kalau begitu “ jawab Gideon AS dengan hati bersorak, karena Tuhan sendirilah yang memungkinkan hal itu terjadi, bukanlah Gideon AS ataupun minyak itu. Tuhan sendiri.

“ Besok Kamis bapak jadi kerumah kami khan  ? “

“ Apakah sekarang sudah kembali dari rumah Sakit ? “

“ Sudah pak “

“ Baiklah “ jawab Gideon AS menyatakan kesediaannya.

“ Kalau begitu besok Kamis kami jemput ya pak ? “

“ Kalau tidak merepotkan “

“ Tidak pak, malahan kami mengharapkan kedatangan bapak “

Dan ketika Kamis sore selepas Gideon AS mengakhiri jam tugasnya sebagai salah satu karyawan Perusahaan swasta,  kakaknya Kusnandar benar-benar datang dan menjemput Gideon AS. Beberapa saat kemudian sampailah Gideon AS ke tempat yang dituju yaitu di rumah keluarga Kusnandar. Dan ketika Gideon AS melihat Kusnandar tergolek lemah di tempat tidur yang beralaskan kasur di lantai, ia merasakan atmosfir kuasa kegelapan meliputi suasana rumah tempat tinggal keluarga mereka. Sekilas Gideon AS memperhatikan lukiran seorang wanita yang juga Gideon AS rasakan memiliki kekuatan magis yang cukup kuat.

Sebelum Gideon AS lakukan apapun pada Kusnandar, terlebih dahulu membuka perbincangan dengan keluarga Kusnandar, saudara-saudara Kusnandar dan juga ibunya Kusnandar. Dari percakapan yang mereka lakukan dapat di rasakan bahwa keluarga ini sangat menderita oleh karena perilaku dan keadaan Kusnandar yang dianggap orang sudah tidak waras lagi. Sering berbicara tidak karuan, makannya sangat lahap dan kuat, tetapi badannya tetap kurus. Mereka termasuk keluarga Ismail yang kurang taat beribadah. Sholat lebih sering tidak mereka lakukan, demikian juga dengan kewajiban-kewajiban agama lain yang keluarga ini tidak lakukan. Membaca alkitab merekapun, mereka jarang lakukan, dan ketika membaca mereka tidak tahu arti atau maksud yang mereka baca.

Mulai Gideon AS memberikan kesaksian apa yang telah dialami keluarganya, khususnya anaknya yang bernama Samuel R, dan juga Obaja W. Gideon AS juga mengisahkan mukjizat yang Tuhan berikan kepada keluarganya, termasuk juga kisah adikodrati yang anak-anaknya alami yang tidak mudah dipahami orang-orang disekitarnya termasuk keluarganya bahkan saudara-saudara Gideon AS yang lain. Gideon AS berterus terang kepada mereka bahwa ia dan keluarganya adalah pengikut Kristus atau orang Kristen. Ketika hal itu Gideon AS sampaikan, mereka tetap memperhatikan dengan seksama apa yang Gideon AS sampaikan, bahkan ketika Gideon AS meminta ijin berdoa untuk Kusnandar dengan caranya sebagai orang Kristen mereka tidak menolak. Yang penting anak saya sembuh demikian ibu Kusnandar menyampaikan dengan tatapan pasrah.

Menjelang pukul 20.00 Gideon AS berdoa untuk Kusnandar disertai dengan olesan minyak urapan pada beberapa bagian tubuhnya. Bahkan Kusnandar mengulang ucapan doa Gideon AS dengan terbata-bata. Gideon AS sangat bersyukur kepada Tuhan atas peristiwa itu. Satu taburan kembali Gideon AS lakukan dengan kasih dan kerelaan. Ia percaya Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan benih yang sudah Gideon AS tabur. Ia berharap benih yang ditaburnya jatuh pada hati yang butuh, lahan yang subur agar nama Tuhan lebih dipermuliakan.

Apakah Kusnandar akan sembuh seperti harapan keluarganya ? Gideon AS tidak perlu memikirkan hal itu, karena apa dan bagaimana keadaan keluarga Kusnandar adalah urusannya Tuhan, Tuhan mau sembuhkan atau tidak itu adalah urusannya Tuhan bukan wewenang Gideon AS. Kalaupun dalam doa Gideon AS, ia mohon kesembuhan dan pemulihan atas diri Kusnandar, tetapi terlaksananya terserah Tuhan, terserah perkenan Tuhan, terserah waktu Tuhan. Tuhanlah pemilik otoritas bukan siapa-siapa.

Hari ini adalah harinya Tuhan demikian Gideon AS mengatakan pada diri sendiri sambil menyeka tetasan air hujan yang membasahi wajahnya saat kembali pulang ke rumah. Secara fisik ia begitu lelah dan lemah karena memang waktu istirahat semakin sempit. Tetapi secara roh ia sangat bersukacita. Ia lepaskan segala kepenatan yang menghimpit. Ia rasakan bagaimana Allah ada dihatinya, di dekatnya bahkan Allah menggendongnya.

Beberapa hari kemudian ada berita mengenai Kusnandar. Kakaknya datang ke tempat pekerjaan Gideon AS, memberitahukan bahwa Kusnandar sekarang ini sedang dalam kondisi gelisah, sejak kedatangan tamu seorang wanita di rumahnya yang menyukainya. Pada suatu malam Kusnandar dalam kegelisahannya mondar-mandir di dalam rumah sambil berbicara tidak karuan, bahkan sampai membuka jendela rumah dan mau keluar rumah dari jendela. Keluarganya tetap memperhatikan dalam keprihatinannya. 

Gideon AS memperhatikan dengan seksama apa yang disampaikan keluarga Kusnandar.

“ Apakah adik saya bisa normal pak ? “  Demikian sang kakak menanyakan pada Gideon AS.

“ Kalau Tuhan berkenan, pastilah Kusnandar akan sembuh,” Gideon AS menjawab.

Cukup lama mereka tenggelam dalam pembicaraan yang cukup serius, dan akhir nya Gideon AS memberikan 3 anggur dan 3 roti perjamuan kudus. Dan ke esokan harinya keluarga Kusnandar memberitahu Gideon AS bahwa sejak diberikan roti perjamuan dan anggur, bisa tidur dan tidurnya nyenyak sekali dan sampai sekarang belum bangun-bangun.

Kurang lebih seminggu kemudian, Gideon AS kembali ke rumah Kusnandar bersama dengan kawan-kawan kantornya dari bagian Personalia dan SPSI, selain untuk mengetahui keadaan Kusnandar terakhir, juga ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Kusnandar terutama pada awal mula kejadiannya. Mereka yang bersama-sama Gideon AS mendapatkan penjelasan dari keluarganya dan dalam kesempatan berbincang-bincang dengan Kusnandar masih nampak bahwa secara mental ia belum siap untu kembali bekerja sekalipun secara fisik sudah sehat.

Kapankah Kusnandar akan kembali sehat seperti sedia kala ? Tidak ada seorangpun yang tahu, namun satu hal yang pasti adalah bahwa Kusnandar dan keluarganya telah merasakan bagaimana nama Yesus telah menggema di tengah-tengah keluarganya. Apakah mereka termasuk yang akan Tuhan selamatkan ? Itu rahasia Tuhan dan program Tuhan. Gideon AS hanya sekedar alat, dan sarana dalam rangkaian memperkenalkan Yesus pada setiap orang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: