l. Hari khusus 3 orang.

Deru campur debu. Itulah yang dirasakan Gideon AS ketika ia lewati jalan-jalan menuju ke suatu alamat di Wisma Asri. Bukan hanya itu, namun sebuah pertanyaan juga berkecamuk menggelora di hatinya. Ada apa dengan “ panggilan “ singkat tetapi cukup jelas yang diterima Gideon AS dari ibu Rut kawan SAT nya agar segera ke rumah Ibu Anne yang sama-sama mereka sudah kenal. Ada “ sesuatu “ kata ibu Rut melalui HP yang diterima Gideon AS sekitar pukul 13.15.

Dan tidak lama kemudian Gideon AS memohon ijin atasannya untuk menuju ke Bekasi. Tentu ke rumah siapa tidak Gideon AS jelaskan. Urusan pribadi demikian alasan Gideon AS pada atasannya. Dan setelah mendapatkan ijin, segera ia meluncur ke alamat yang disepakati sebagai tempat pertemuan. Hari itu adalah Kamis 13 April 2006 yang sebenarnya bertepatan dengan janji Gideon AS pada Samuel R dan Wilbert untuk bersama-sama mengikuti pembukaan SAT angkatan ke 8 di Menteng Prada yang akan dilaksanakan pukul 18.00 petang.  Sehingga mereka bersepakat ke kantor ayahnya untuk bersama-sama ke Menteng Prada.

Namun manusia boleh berencana tetapi tetap Tuhan yang menentukan apa yang akan mereka lakukan. Rencana mereka gagal.  Wilbert maupun Samuel R menanti si ayah dengan sia-sia karena si ayah baru kembali ke kantor sudah lewat pukul 22.00 sedangkan acaranya di mulai pukul 18.00. Mengapa rencana mereka gagal, dan meleset dari rencana ? Mari lihat apa yang terjadi pada Gideon AS pada hari itu.

Ketika Gideon AS sampai ke rumah ibu Anne ternyata ibu Rut belum tiba. Di situ baru ada ibu Ane beserta hamba Tuhan yang belum lama ia kenal yaitu ibu Metty , seorang hamba Tuhan yang selama ini berdomisili di Kalimantan. Beliau datang ke Jakarta dalam rangka mengikuti KKR yang diadakan oleh Benny Hinn di Ancol beberapa hari yang lalu. Dan sambil menikmati air es yang disediakan ibu Anne, ibu Metty menyampaikan penglihatan yang belum lama beliau dapatkan dari Tuhan tentang keluarga Gideon AS.

Beliau diberikan penglihatan mengenai keluarga Gideon AS. Dalam penglihatan itu nampak Gideon AS beserta kedua anak lelakinya menggunakan pakaian serba hitam. Pakaian yang biasa dipakai untuk berkabung.  Mereka tinggal dalam rumah yang juga nampak seperti dilapisi kain hitam sebanyak 5 lapis. Kemudian nampak Gideon AS mulai memotong ke lima lapisan selubung hitam yang melingkupi rumah mereka dengan gunting, namun ketika sampai di ujung selubung, ia tidak sanggup lagi melakukannya dan dalam kondisi yang demikian nampak Wilbert dengan cepat menarik ujung lapisan kain yang belum bisa terpotong dan berhasil membuka semua lapisan yang melingkupi rumah mereka.

Rumah mereka menjadi terang benderang penuh dengan cahaya kemuliaan, bahkan disekeliling ruangan di rumah itu berkilauan bagaikan emas murni, sangat indah dan mengagumkan. Dan kemudian ibu Metty melihat sosok Gideon AS memasuki rumah yang indah itu, dimana ia tidak lagi menggunakan kain kabung, melainkan sudah menggunakan pakaian putih yang berkilauan di iringi oleh istrinya, dan anak-anak mereka semua yang juga memakai pakaian putih yang berkilauan. Kemudian ibu Metty memperhatikan rumah itu dari sisi luarnya. “ Hanya sebuah rumah biasa “ kata Ibu Metty kepada Tuhan.

Namun Tuhan mengatakan, : “ Lihatlah dari kejauhan “ Dan ketika ibu Metty melihat dari kejahuan nampak bahwa dari dalam rumah itu memancar sinar kemuliaan Tuhan yang sangat menakjubkan.

Gideon AS tertegun dengan pernyataan ibu Metty yang sangat luar biasa. Pernyataan yang sangat menghibur hatinya. Semakin Gideon AS diteguhkan imannya bahwa Tuhan Yesus Kristus sangat mengasihi dirinya berikut keluarganya. Ia merasakan betapa Tuhan sangat baik kepada dirinya. Ia yang selama ini ditempa oleh berbagai masalah dan persoalan, ditempa oleh berbagai peperangan baik dari sisi ekonomi maupun peperangan di alam roh dimampukan Tuhan menjadi kuat dan tegar.

Tidak habis-habisnya ia mengucap syukur kepada Tuhan atas kebaikan Tuhan bagi dirinya dan keluarganya. Ia tidak pernah kecewa kepada Tuhan karena ia sangat yakin sekalipun orang-orang terdekatnya tidak mempercayai apa yang dialaminya bahkan mencemoohkannya, Tuhan Yesus Kristus tidak pernah meninggalkan dirinya dan keluarganya.

Hari itu Gideon AS merasa betapa dirinya sangat beruntung mendapat karunia Tuhan yang demikian besar bahkan tidak terpikir sebelumnya apa yang nanti akan diterima dirinya dan keluarganya dari Tuhan. Yang ia senantiasa pikirkan adalah bagaimana caranya agar setiap saat senantiasa dekat dengan Tuhan Yesus Kristus. Menerima belaian kasih-Nya, menerima didikan-Nya, mendengar suara-Nya, dan mendapat urapan-Nya.

Gideon AS mau mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih dalam lagi, ia mau terus melekat dengan Tuhan Yesus Kristus. Hatinya sungguh sudah tertawan oleh kasih Yesus Kristus yang berkali-kali telah menyelamatkan dirinya dan istrinya serta semua anak-anaknya. Hidup yang mereka rasakan selama ini sungguh merupakan anugerah semata dari Tuhan Yesus Kristus. Bahkan ia sudah bertekat dengan istri dan anak-anaknya bahwa hidup mereka semua, baik tubuh jiwa dan roh mereka sudah diserahkan kepada Tuhan Yesus Kristus seutuhnya. Semuanya dan seratus persen milik Tuhan dan untuk Tuhan. Mereka sudah serahkan semua kehidupan mereka hanya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Ia sangat bangga memiliki Tuhan Yesus Kristus, ia sangat bahagia dekat dengan Tuhan Yesus Kristus. Ia tidak lagi peduli apa kata saudara-saudaranya tentang sikapnya. Ia hanya peduli kepada Tuhan. Ia mau mengasihi Tuhan Yesus Kristus diatas segala-galanya. Bahkan ia sudah siap ditempa Tuhan sepanjang membuat dirinya semakin dekat dengan Tuhan Yesus  Kristus. Ia hanya mau Tuhan Yesus Kristus titik.

Ibu Rut akhirnya datang juga. Ia datang dengan tergopoh-gopoh menjumpai ibu Metty yang membukakan pintu pagar baginya. Saling cium pipi dan bertegur sapa dengan akrabnya. Mereka memang sudah saling mengenal cukup lama, bahkan beberapa kesaksian nubuat tentang ibu Rut melalui ibu Metty banyak yang sudah digenapi.  Tidak lama kemudian ibu Anne kembali dari urus ini dan itu serta membawa beberapa bungkus mie untuk mengisi perut mereka. Gideon AS sebenarnya belum lama makan mie pangsit, namun ia santap juga mie yang ditawarkan kepadanya.

Setelah urusan perut usai,.. mereka berempat yaitu ibu Metty, ibu Anne, ibu Rut dan Gideon AS dengan tenang menuju keruang tengah. Mereka duduk melingkar dengan posisi dan sikap berdoa. Beberapa kata disampaikan ibu Metty dengan ucapan yang tidak terlalu keras. Suara ibu Metty terus mengalir dan mengalir dengan lembut dan terkadang keras dan bahkan menghentak. Sementara itu Gideon AS, ibu Rut dan ibu Anne mulai hanyut dan tenggelam dalam doa yang sangat indah.

Urapan Allah sangat terasa mengalir dengan lembut dan langsung mereka rasakan demikian menakjubkan. Beberapa diantara mereka langsung berbahasa roh. Suasana sangat menakjubkan, sulit menggambarkan keindahan yang terjadi saat itu. Begitu indah, damai dan terjadi penyerahan total pada karya Roh Kudus dan pengurapan-Nya yang sangat luar biasa. Satu demi satu Tuhan jamah hati mereka. Ibu Rut menangis dengan suara penyesalan entah apa yang disesalkannya. Tidak lama kemudian ibu Anne dengan suara terbata-bata berbicara dengan bahasa roh sementara ibu Metty terus berdoa dan berdoa dan menyampaikan nubuat dari Tuhan untuk mereka bertiga.

Cukup lama hal itu berlangsung. Bahkan secara khusus ibu Metty memperhatikan Gideon AS dan membisikkan beberapa kalimat yang senantiasa Gideon AS ingat mengenai bahasa roh. Dalam pada itu ibu Rut tiba-tiba berbahasa roh dari bahasa Meksiko, bahkan ia menyanyikan sebuah nyanyian dengan bahasa Meksiko. Sungguh sangat menakjubkan karya Roh Kudus. Sangat luar biasa. Setelah itu ibu Rut rebah ke depan seperti meniarap. Hening.

Tidak lama kemudian kembali ibu Metty dipakai Tuhan untuk menyampaikan sesuatu kepada mereka bertiga. Seakan tidak percaya kepada perintah yang Tuhan sampaikan kepadanya, kembali ia bertanya tentang perintah Tuhan kepadanya untuk melakukan sesuatu kepada mereka bertiga. Sampai tiga kali ibu Metty bertanya dengan pertanyaan  yang sama.

 “ Saya Tuhan ? Hambamu yang kecil ini Engkau perintahkan melakukan itu kepada mereka ? “ kata ibu  Metty di sela-sela doanya.

 “ Lakukan “ demikian jawaban Tuhan atas keraguan ibu Metty

Kemudian terjadilah peristiwa yang pertama dilakukan ibu Metty atas nama Tuhan Yesus Kristus untuk melakukan sesuatu kepada mereka bertiga. Satu demi satu perintah itu dilaksanakan dengan kedua kaki dan kedua tangan gemetar. Akan tetapi apa yang terjadi atas diri mereka saat itu, ibu Metty meminta kepada mereka bertiga agar tidak menceritakan kepada orang lain. Biarlah hanya mereka berempat yang tahu apa yang terjadi saat itu. Dibawah ini dengan huruf khusus yang hanya bisa dibaca apabila menggunakan format yang hanya bisa diubah dengan computer terkait.

,., Ketika urapan Roh Kudus demikian dahsyat. Ada suara melalui mulut ibu Metty, demikian :

Metty hamba-Ku, laksanakan apa yang menjadi perintah-Ku. Urapi mereka bertiga menjadi Nabi dan Nabiah  Dalam hati ibu Metty bertanya-tanya, benarkah Tuhan yang berbicara melalui dirinya ? Ia bertanya kepada Tuhan :  Tuhan,.. siapa hamba-Mu ini Tuhan ? Bagaimana mungkin saya laksanakan tugas yang demikian mulia ini ?  ibu Metty terus bertanya-tanya dan kembali bertanya sampai tiga kali.

Laksanakan perintah-Ku kembali dari mulut ibu Metty keluar suara dengan penuh wibawa.

Hamba gemetar Tuhan, tangan dan kaki hamba semuanya gemetar Tuhan, sehingga sulit untuk melangkah  kemudian parau terdengar dari mulut ibu Metty.  Mohon kekuatan dari Engkau ya Tuhan, agar hamba-Mu Engkau layakkan untuk melakukan tugas yang agung ini  kembali dengan jelas ibu Metty sampaikan permohonan untuk memperoleh kekuatan.

Dengan tertatih-tatih dan berusaha sangat keras, ibu Metty melangkah ke arah Gideon  yang tengah tenggelam dalam penyembahan. Dan ketika Gideon merasakan ibu Metty begitu dekat ke arah dirinya, ia hanya pasrah dan berserah diri kepada Tuhan. Terserah apa yang Tuhan mau lakukan atas dirinya. Dengan penuh urapan surgawi ibu Metty menumpahkan minyak urapan ke atas kepala Gideon  dan terdengar suatu perkataan yang sangat jelas dan penuh wibawa :

Hai lelaki, Ku urapi engkau menjadi seorang Nabi pada akhir jaman. Aku akan menuntun engkau di setiap langkahmu. Aku akan menuntun dan menyertai engkau baik ketika engkau di desa-desa maupun di kota-kota. Aku akan menguatkan engkau agar tidak menjadi laki-laki yang lemah. Aku tahu engkau rendah hati, oleh karena itu Aku memilihmu. Engkau akan menelusuri bangsa-bangsa di dunia, bahkan engkau akan bekerja di tengah-tengah agam Hindu, Budha dan agama-agama yang lainnya. Engkau akan menyusuri sungai Gangga untuk membawa banyak orang untuk menjadi umat-Ku bahkan perjalananmu akan sampai ke wilayah Afrika untuk memenangkan banyak jiwa bagi-Ku.

Roh Nabi yang Kuberikan padamu Ku ambil dari Nabi-Nabi-Ku yang tidak lagi taat kepada-Ku. Oleh karena itu setialah kepada-Ku sampai akhir hayatmu. Aku tahu peperanganmu dan segala kesulitanmu, dan Aku sendiri yang akan menyelesaikannya untukmu. Tetaplah kuat dan jangan takut sekalipun ia adalah penguasa. Mereka akan tunduk dan hormat kepadamu oleh karena Aku, dan bahkan permaisuri-permaisuri akan menjilati debu kakimu. Engkau akan menjadi pengarang buku yang berhasil. Keluargamu akan diberkati. Aku tahu hatimu dan itu yang Aku butuhkan. Aku akan menaruhkan firman-Nya padamu. Tetaplah rendah hati, Aku akan membarkati engkau dan keluargamu. Tetaplah setia kepada-Ku sampai pada akhir hayatmu.  

Kemudian ibu Metty selesai mengurapi Gideon. Secara perlahan ia arahkan tangannya pada ibu Rut yang masih tenggelam dalam penyembahan. Ketika sampai pada ibu Rut, tangan ibu Metty terulur pada kepala ibu Rut. Terdengar suara penuh wibawa :

Wahai engkau Rut yang Aku kasihi. Terimalah Roh Nabiah, seorang nabiah pada akhir jaman. Biarlah engkau kuat seperti Debora, Rut dan bahkan seperti Ester. Engkau yang merasa kecil di hadapan-Ku, engkau yang merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Aku akan menguatkan engkau agar engkau menjadi kuat dan tidak lagi merasa rendah diri. Engkau akan membawa banyak jiwa kepada-Ku untuk daerah Jawa. Tanganmu Aku berikan kuasa. Aku urapi engkau agar melalui tanganmu banyak mukjizat dinyatakan.

Engkau akan menjadi kuat. Tetaplah setia sampai akhir hayatmu. Roh Nabiah yang Kuberikan kepadamu, juga Kuambil dari Nabiah-Nabiah-Ku yang tidak lagi taat kepada-Ku. Penguasa-penguasa akan tunduk dan hormat kepadamu karena Aku. Bahkan permaisuri-permaisuri akan menjilati debu kakimu. Engkau akan membawa banyak jiwa kepada-Ku. Engkau akan menjadi kuat karena Aku. Firman-Ku kutaruhkan pada mulutmu. Tetaplah rendah hati, karena itulah engkau Ku-pilih.

Sementara urapan Roh Kudus serta penugasan Tuhan di sampaikan melalui hamba-Nya yaitu ibu Metty, serta merta keluar dari mulut ibu Rut  bahasa roh yang akhirnya diketahui bahwa itu bahasa roh bahasa Meksiko. Bahkan menari-nari kecil sambil menyanyikan sebuah nyanyian Meksiko dengan indahnya.

Saat itu kurang lebih pukul 20.00 suasana benar-benar dikuasai urapan surgawi. Sangat khusuk dan syahdu. Beberapa kali terdengar suara ibu Anne dengan bahasa roh yang terdengar menghentak, ibu Rut dengan bahasa Meksikonya dan sementara itu Gideon tenggelam dalam penyembahan dan kekaguman yang luar biasa kepada Tuhan.

Pengurapan dan penugasan pada ibu Rut selesai. Ibu Metty melangkah secara perlahan ke arah ibu Anne yang letaknya berdekatan dengan ibu Rut. Tidak lama ketika tangan ibu Metty sampai pada kepala ibu Anne segera keluar dari mulut ibu Metty kata-kata yang penuh wibawa, :

Wahai wanita, Ku  urapi engkau menjadi seorang Nabiah. Aku tahu hatimu, engkau yang merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa, engkah yang merasa kecil di hadapan-Ku. Engkau akan menjadi wanita yang kuat. Engkau akan Aku tuntun sehingga engkau akan menjadi seorang nabiah untuk daerah Jawa, terutama wilayah Klaten. Jangan engkau khawatir tentang segala sesuatu, Aku sendiri yang akan mencukupi apa yang engkau butuhkan.  Engkau akan bertemu dengan penguasa-penguasa dan mereka akan tunduk kepadamu karena Aku, bahkan permaisuri-permaisuri akan menjilati debu kakimu. Roh Nabiah yang Kuberikan padamu Ku-ambil dari Nabiah yang tidak taat lagi kepada-Ku. Oleh karena itu setialah kepada-Ku sampai akhir hayatmu. Aku akan mencukupi segala keperluanmu. Engkau tidak lagi menjadi wanita yang lemah. Akulah yang menguatkanmu. Tetaplah rendah hati, karena itulah engkau Kupilih.

Sementara itu hujan dan petir terdengar menggelegar. Seakan sebuah genta yang menggema mengiringi pencurahan tugas Nabi dan Nabiah pada saat itu. Peristiwa 13 April 2006 di rumah ibu Anne.

Sekilas ibu Metty memberitahukan apa tugas yang akan mereka emban, bahkan wilayah pekerjaan mereka masing-masing kelak, kembali di ulang. Talenta yang nanti mereka akan terima juga dibukakan. Tuhan mau hati mereka, kerendahan hati mereka dan kesetiaan mereka demikian ibu Metty menjelaskan.

Malam terus merambat tak tertahankan. Waktu tidak terbendung. Sampailah pada penghujung pertemuan pada hari itu. Duka sedikitpun tidak nampak pada wajah-wajah mereka. Sukacita dan sukacita serta kekaguman terpancar dari wajah-wajah mereka. Kekaguman pada Tuhan Yesus Kristus yang sangat luar biasa. Tuhan Yesus Kristus yang sangat baik terkhusus bagi mereka bertiga.

Dan tidak lama kemudian mas Tata yaitu suami ibu Rut datang untuk menjemput istrinya. Saling tukar kesaksian ataupun Schering dilakukan dengan hangat.  Ibu Metty mengisahkan kesaksiannya ketika berkutet dengan “ dunia “ pelepasan, berkutet dengan “ peperangan melawan kuasa kegelapan. Luar biasa karya Tuhan Yesus Kristus. Sangat dahsyat,.. itu fakta yang tidak terbantahkan. Terpujilah nama Tuhan. Halleluya.

Sebelum berpisah ibu Metty masih sempat mengisahkan pengalaman yang sangat berkesan. Demikian,

“ Suatu peristiwa saya ketemu dengan seorang gadis yang kira-kira berusia 14 tahun. Ia termasuk cantik namun di dalam tubuhnya ada roh 2 orang kuat yang menguasai Sulawesi. Si gadis ini mau lepas dari pengaruh roh-roh yang selama ini menguasainya. Berbagai cara sudah ia tempuh namun belum juga dirinya bebas seperti yang di inginkannya. Saya berdoa memohon kekuatan dari Tuhan agar bisa membebaskan gadis itu dari roh – roh yang membelenggunya. Saya terus berdoa dan melakukan pengusiran setan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

“ Sudah 11 tahun saya kuasai cucu saya, dan saya tidak akan lepaskan dia “ melalui suara anak itu, roh itu berbicara.

Berbagai cara saya lakukan, dari penggunaan minyak urapan, doa yang sungguh-sungguh, nyanyian peperangan, pengusiran di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, namun roh itu tidak mau juga keluar. Berjam-jam pergumulan terjadi, sampai akhirnya saya menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan, saya mohon hikmat dan makrifat dari Tuhan agar Tuhan sendiri yang menyelesaikannya. Tiba-tiba Tuhan menaruhkan kata dalam hati. “ Tulang ekornya urapi dengan minyak urapan “ demikian suara Tuhan yang di dengar ibu Metty. Maka tidak menunggu lama segera ku urapi tulang ekornya dengan minyak urapan. Apa yang terjadi ?. Ia meronta-ronta ke kanan dan ke kiri. Ia berusaha melepaskan diri dari sergapan yang mengenai tulang ekornya. Nampak kulit badannya dari ujung kaki sampai ke seluruh tubuh membiru, menghitam dan akhirnya sampai ke leher. Saat itu ia meronta semakin keras dan kuat tetapi saya tetap berusaha sekuat tenaga agar tangan tidak lepas dari tulang ekornya. Akhirnya dengan teriakan keras roh-roh orang kuat yang sudah bertahun-tahun membelenggu gadis itu lepas dan gadis itupun segera terbebas. Beberapa tahun kemudian saya bertemu dengan dia, dan dia sungguh seorang gadis yang cantik yang waktu ia sebagai seorang pemain rebana.

Ada juga peristiwa di pedalaman Kalimantan. Waktu itu dalam suatu acara KKR. Ada seorang wanita berusia kira-kira 38 tahun. Sewaktu mudanya ia menjadi utusan budaya daerah yang beberapa kali melanglang buana ke manca Negara. Waktu itu masih dalam pemerintahan Suharto. Ketika saya bertemu dia masih nampak garis-garis kecantikannya. Ia katakan bahwa ia pernah mempunya 4 laki-laki sebagai pendamping hidupnya.

Laki-laki yang pertama sudah meninggal dunia, dan yang ke tiga sudah dilepaskannya, tetapi sekarang ini ia mempunya pasangan yang bukan manusia. Ia adalah setan.

“ Apa engkau bilang, bahwa pasangan hidupmu sekarang adalah setan ? “ saya bertanya.

“ Ya, benar.  Itu saya lakukan ketika saya menginginkan hubungan intim, saya datang ke suatu tempat yaitu sebuah pohon. Disamping kanan dan kiri saya adalah seekor anjing dan juga buaya. Kemudian saya panggil dia yaitu pasangan saya yang bukan manusia dan saya menikmati kebutuhan biologis saya “ kata wanita itu. “ Saya mau lepas darinya tetapi saya tidak bisa melepaskan diri  “ katanya menambahkan.

Kemudian terjadilah proses pelepasan yang sangat melelahkan. Hari itu tidak bisa lepas sekalipun dengan berbagai metode yang pernah saya lakukan. Seluruh tubuhnya sudah penuh dengan minyak urapan. Tengkingan dari yang biasa sampai ke luar biasa sudah saya lakukan, tetapi tetap saja tidak mau lepas. Sampai hari kedua tetap saja masih tidak bergeming. Bahkan beberapa kali mengejek.

“ Bagaimana ? Nggak bisa khan mengeluarkan saya dari tubuh ini ? “

“ Diam kau setan !! “ saya menghardik dengan kuat.

“ Ayolah lepaskan saya kalau engkau bisa “

Menjelang matahari tenggelam belum juga nampak tanda-tanda wanita itu terbebas dari roh najis yang selama ini menggaulinya. Kemudian saya meratap memohon belas kasihan Tuhan, agar Tuhan ambil alih peperangan yang melelahkan ini. Dan Tuhan akhirnya membisikkan suatu cara agar ia bisa lepas dari belenggu kuasa kegelapan. “ Nyanyikan Halleluya 12 kali “

Kemudian saya lakukan apa yang Tuhan sampaikan. Perlahan namun dengan sungguh-sungguh nyanyian Halleluya saya lantumkan. Sekali dua kali tidak nampak perubahan berarti, namun selanjutnya nampak membuat ia gelisah. Terus dan terus nyanyian itu dikumandangkan, dibantu oleh anggota team yang lain. Maka yang terjadi adalah ia meronta-ronta dan sangat tidak tahan mendengarkan nyanyian itu. Ia memberontak dan terjadilah manifestasi kuasa kegelapan yang selama ini membelenggunya. 

Kemudian pada kesempatan yang terbuka, saya injak perut bagian bawah pusar dan saya teriak menengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Maka segera keluar cairan yang sangat bau dari alat vital wanita itu. Dan akhirnya melalui pemrosesan yang cukup melelahkan peperangan berakhir dengan kemenangan Tuhan Yesus Kristus. Halleluya puji Tuhan.

Demikian kisah menegangkan dari ibu Metty seorang hamba Tuhan dari daratan Kalimantan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: