n. Ampunilah dia,..

Beberapa hari terakhir ini dihadapkan pada Gideon AS pada kondisi yang benar-benar sulit, tetapi indah. Ia sadar betul bahwa yang terjadi adalah bagian dari proses yang harus dihadapinya. Ia menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam “ padang gurun “.  Ia sangat tergantung pada pertolongan Tuhan, dan sangat mengandalkan tuntunan Roh Kudus. Mengapa ? Ini sesuatu yang sangat unik dan mendasar. Apa yang terjadi ? Untuk sisi ekonomi ia benar-benar terpuruk, tetapi ia merasa bahagia dan damai sejahtera. Apakah ia muka tembok dan tidak berperasaan ? Bisa ya dan juga bisa tidak tergantung dari sisi mana orang melihat. Sudah 2 minggu ia tidak membelikan susu untuk Stevanie dan juga Ragil, karena memang dana untuk membeli susu tidak ada lagi. Dan kedua anak itu akhir-akhir ini sering sakit-sakitan karena mungkin kurang gizi. Ketika ia lihat cosmos tempat beras sudah waktunya di isi kembali, tetapi ia belum tahu bagaimana ia membeli beras.

Uang belanja yang digunakan sampai akhir bulan ini adalah hasil menjual televisi.  Beberapa minggu sebelumnya Yulia istrinya juga menjual tabung gas ( kebetulan ada dua ) untuk menambah-nambah uang belanja. Bahkan belum lama ini Gideon AS menjual Hp., untuk tambah-tambah belanja. Dan yang paling baru adalah Hp. Gideon AS yang masih baru yang dibelikan kawannya termasuk nomor cantiknya, dijual oleh roh entah roh apa itu namanya melalui tubuh Samuel R. Artinya banyak hal yang lepas terjual termasuk blender yang tidak seberapa harganya dengan berbagai alasan. Microwive pun sudah melayang entah kemana.  Satu hal yang Gideon AS pegang,…., ialah Tuhan tahu apa yang terjadi pada dirinya, dan tahu pergumulan keluarganya.

Suatu ketika waktu itu hampir tengah malam Yulia mengatakan pada suaminya bahwa, Stevanie siang tadi kembali menangis meminta susu, ia kemudian berkata kepada Tuhan : “ Tuhan, Engkau melihat anak ini Tuhan, yang kembali menangis meminta susu, tolong Tuhan, dia masih memerlukan susu “. Yulia menyampaikan kepada suaminya dengan mata berkaca-kaca sementara suaminya tertegun dengan sedihnya. Uangnya tidak lagi cukup untuk membeli susu anaknya. Kemudian mereka bersimpuh di kaki Tuhan. Ya mereka selalu apabila  dalam pergumulan, mereka bawa dalam doa kepada Tuhan.

Dan permohonan mereka akhirnya dijawab Tuhan. Hal itu terjadi kurang lebih satu bulan kemudian dimana Gideon AS bisa dikatakan setiap hari kerja bisa membawa pulang susu segar dari tempat bekerjanya, karena karyawan yang seharusnya meminum susu itu tidak menyukainya sehingga banyak susu berlebih. Gideon AS bahkan tidak mengeluarkan uang sedikitpun untuk susu yang dibawanya. Rasa syukur atas pertolongan Tuhan kembali menghiasi keluarga ini. Orang boleh katakan kebetulan, tetapi bagi keluarga Gideon AS itu adalah jawaban Tuhan atas doa-doa mereka suami istri.

Lain lagi dengan yang dialami Ragil. Ada beberapa buku wajib yang belum dibayar karena memang belum ada biaya untuk membayarnya. Ia mendapat hukuman dari gurunya untuk push up sebanyak 30 kali. Sedangkan lututnya terluka terkena ujung meja ketika bercanda dengan kakaknya. Hampir-hampir menangis ia hadapi itu semua, hanya oleh karena orang tuanya belum bisa membayar buku yang diharuskan gurunya.

Mengenai Hp., yang terakhir ini ada catatan khusus, dimana ketika mengadakan doa bersama keluarga, tersingkap bahwa ada fenomena baru yang terjadi tanpa disadari sebelumnya. Terjadi pada hari Minggu, berbarengan dengan saat dimana Samuel R berangkat ke gereja, disusul ayahnya yang berboncengan dengan Wilbert . Samuel R berangkat lebih dahulu, baru disusul Gideon AS. Namun beberapa saat kemudian Samuel R pulang kembali dan masuk ke rumah.

Ditegur oleh mamanya mengapa pulang kembali, dan dijawab bahwa ia akan ke wartel untuk menelepon kawannya, dan kemudian berangkat lagi. Tetapi beberapa menit kemudian Samuel R pulang lagi tetapi kali ini sambil menyerahkan SIM C nya, kunci motor dan juga STNK motor. Lalu ia menggunakan kendaraan umum menemui kawannya yang sudah menunggu di Mandala, yaitu suatu tempat yang berjarak kurang lebih 3 km dari rumah Samuel R.

Hari itu, tidak ada satupun yang tahu apa yang terjadi sebenarnya di rumah Gideon AS. Baru sore harinya Gideon AS merasa kehilangan Hand phone barunya. Samuel R belum kembali, bahkan sampai Senin pagi Samuel R tetap belum kembali. Mereka semua berdiam diri sambil merenungkan ada apa dengan fenomena kali ini. Gideon AS pun tidak ambil peduli dengan kehilangannya, apalagi ketika ia ingat bahwa Hp itu hanya pemberian orang, artinya tidak mengeluarkan modal. Tetapi kadang terbersit pula dalam pikiran Gideon AS, sayang sekali kalau Hp itu hilang, apalagi nomornya begitu mudah di ingat. Tetapi mengapa Samuel R belum datang juga ?

Senin itu Gideon AS tetap bekerja seperti biasa. Ia coba menghubungi Hp.nya yang hilang. Ternyata mendapat jawaban bahwa Hp. Itu telah dijual dan orang yang menjual mengatakan akan pergi ke Surabaya. Wah Gideon AS menjadi berdebar-debar, tetapi tetap tenang dan tidak mau kehilangan damai sejahtera. Setelah itu ia menghubungi Yulia istrinya, dan mendapat keterangan bahwa belum lama berselang Samuel R menghubungi rumah dan ia sekarang ada di rumah kawannya di Bantar Gebang. Samuel R akan pulang hari Selasa pagi.

Hari Selasa Samuel R akhirnya pulang. Dan pada hari Sabtu atau 4 hari kemudian barulah Gideon AS bisa bertemu dengan Samuel R. Tidak ada perasaan yang aneh, apalagi amarah. Tetap suasana dirumah dalam situasi tenang dan damai sejahtera sekalipun ada teka-teki diantara mereka.

Setelah doa bersama, pujian dan penyembahan selesai, secara bergantian masing-masing anggota keluarga menyampaikan segala unek-unek ataupun pendapat untuk bisa dibahas bersama-sama. Tentu semua itu dilakukan dengan suasana damai dan dilandasi dengan kasih dan sukacita. Yang pertama-tama Gideon AS melontarkan apa yang dilakukan Samuel R pada hari Minggu yang lalu, ketika mereka ke Gereja. Samuel R mengatakan bahwa ia pulang kembali untuk menyerahkan kunci motor, STNK, SIM  kepada mamanya, dan setelah itu ia mengikuti kebaktian di DOM Kelapa Gading, baru setelah itu acara doa berantai sampai dua hari, ia berada di Bantar Gebang. Kalau mau mengecek silakan hubungi kawan-kawan Samuel R. Jadi berbeda dengan keterangan mamanya yang mengatakan bahwa sebelumnya Samuel R pulang untuk pamit ke Wartel.

Penjelasan Samuel R ditampung. Kemudian Wilbert mengatakan, : “ Roh Kudus tadi menjelaskan pada  Wilbert, begini. Yang pertama bahwa yang mengambil Hp., papah adalah setan ( di duga adalah jenis jin ) yang mewujudkan diri seperti mas Samuel R, yang di ijinkan Tuhan untuk menguji papa, apakah ketika Hp., kesayangan papa hilang, apakah papa tetap ada damai sejahtera. Yang kedua,…, Hp tersebut selama ini sangat menyita waktu mas Samuel R dengan main game, sms., dll, sehingga lupa berdoa, apalagi membaca Alkitab. Allah menjadi cemburu, Hp itu merupakan benda yang diberhalakan mas Samuel R sehingga Allah tidak berke-nan, Allah tidak mau di nomor duakan  “.

“ Ragil dulu juga pernah mengalami seperti itu “ ujar Yulia perlahan. Kemudian ia lanjutkan, “ Waktu itu ia baru datang dari bermain setelah pulang sekolah. Tanpa sebab yang pasti ia langsung marah-marah, bahkan siapa-siapa dimarahi, kemudian berjalan keluar rumah entah kemana karena tidak memberitahukan. Namun tidak lama kemudian muncul lagi Ragil dari luar rumah, tetapi kali ini dengan sikap yang biasa-biasa saja bahkan dengan bercanda ria. Ketika kepadanya ditanya mengapa tadi marah-marah, malahan balik ia bertanya. “ Siapa yang marah-marah ? Saya baru saja sampai ~ demikian penjelasan Ragil, jadi apa yang terjadi pada Samuel R pernah juga terjadi pada Ragil. “

Se umur hidup Gideon AS inilah keadaan yang paling sulit yang pernah Gideon AS alami. Tetapi dengan pemahaman yang dalam Gideon AS hadapi dengan sukacita dan tetap ada damai sejahtera. Sampai kapan seperti ini ? Ini waktunya Tuhan. Dan Gideon AS sangat menyadari inilah proses yang Tuhan lakukan bagi dirinya dan keluarganya. Ia yakin sekali bahwa pertolonagn Tuhan tidak pernah terlambat. Dan sekalipun ia mati kelaparan dan keluarganya mati kelaparan, ia tidak akan pernah kecewa kepada Tuhan. Baginya Tuhan adalah hidupnya. Dan baginya Tuhan adalah segala-galanya. Tidak ada yang lain. Sampai ajal menjemput. Karena ia tahu pasti kemana ia dan keluarganya nanti akan pergi, ia mau utamakan yang kekal bersama Tuhan Yesus Kristus apapun yang terjadi.

Ia tidak lagi pikirkan apa kata saudara dan saudarinya, satu yang ia pedulikan. Apakah yang dilakukannya menyukakan hati Tuhan atau tidak. Ketika jawabannya adalah ya, maka ia terus berjalan dan berjalan terus sampai pada suatu titik bersama-sama dengan Tuhan Yesus Kristus selama-lamanya. Tolok ukur yang digunakan mungkin agak berbeda dengan yang lain. Misalnya bagaimana ia berkomunikasi dengan Tuhan tidak hanya melalui doa, namun berusaha menjalin komunikasi timbal balik secara langsung pada saat itu juga.

Ia sudah rasakan pengajaran Tuhan yang sangat spektakuler. Ada yang melalui cara yang lembut, ada yang dengan teka-teki, simulasi, teguran keras dan juga pernah secara fisik. Betapa Gideon AS pernah rasakan tamparan pada wajahnya yang cukup keras sampai hampir hilang keseimbangannya. Ia bersyukur bahwa ia diperlakukan demikian tetapi tidak merasakan sakit yang berarti.

Apa yang akan terjadi esok hari atas dirinya ? Atas keluarganya ? Atas kakak dan adik-adiknya ? Atas mertuanya ? Ia tidak tahu dengan pasti. Sekalipun ia tidak tahu, ia berulang kali memohon kepada Tuhan agar Tuhan tidak hanya memberikan belas kasihan kepada Gideon AS dan keluarganya saja tetapi juga kepada saudara-saudaranya. Berkali-kali ia mohon agar keajaiban, mukjizat dan hikmat yang dari Tuhan juga diberikan kepada mereka pribadi lepas pribadi.

Dalam suatu peristiwa, ketika itu se usai pujian dan doa keluarga disertai dengan penyembahan. Sebagai-mana biasa diadakan komunikasi timbal balik antara mereka dan Roh Kudus melalui Obaja W.  Diantara yang ditanyakan adalah bagaimana proses Tuhan memberikan pengajaran kepada mereka khususnya anak-anak mereka ketika kedua orang tuanya tidak lagi mereka pedulikan. Jawaban Roh Kudus ternyata membuat Gideon AS terheran-heran sekaligus sangat kagum. Jawaban itu tidak saja tepat bagi anak-anak mereka tetapi juga relevan bagi orang-orang dewasa.

Pengajaran pertama, Tuhan akan memberikan nasehat dengan lembut, melalui orang lain. Bisa jadi ia adalah seorang hamba Tuhan, orang tua dan bahkan kawan. Yang kedua melalui firman Tuhan. Yang ketiga Tuhan akan menyingkirkan benda-benda/barang yang membuat mereka jauh dari Tuhan atau akan menyingkirkan barang-barang yang diberhalakan yang membuat Tuhan cemburu. Yang ke empat secara sederhana dikatakan “stop “ uang jajan. Dengan perkataan lain stop fasilitas untuk memanjakan diri, rekreasi dan fasilitas keinginan daging.

Yang ke lima “ stop “ makan. Dengan pengertian, Tuhan akan menghentikan sumber kehidupan jasmani melalui berbagai hal. Bisa PHK, bangkrut, kemiskinan dan lain-lain yang sejenis. Dan yang terakhir adalah di “ keluar “ kan dari rumah. Yang berarti Tuhan sudah tidak peduli lagi dengan kebebalannya, kebodohannya. Terserah apakah dia mau diselamatkan atau tidak.

Pada suatu waktu Gideon AS kedatangan tamu seorang wanita muda berkisar kurang lebih berusia 23 tahun. Sengaja ia datang ke rumah Gideon AS untuk membicarakan berbagai persoalan yang sedang dihadapinya. Ketika ia datang diawali dengan permintaan pekerjaan di tempat kerja Gideon AS, dan setelah itu terus mengalir ungkapan hati yang selama ini menghimpit kehidupannya. Kisahnya cukup tragis.

Dengan polos ia katakan bahwa ia sangat kecewa kepada Tuhan Yesus Kristus, doanya tidak pernah dijawab Tuhan. Ia menganggap bahwa Tuhan hanya mendengarkan orang-orang yang kaya saja, yang tidak berdosa dan yang rajin ke gereja. Baginya Tuhan tidak pernah mendengar doa-doanya, terbukti dengan kondisi hidupnya sekarang ini yang bagaikan sampah masyarakat, sampah gereja dan tidak mungkin Tuhan Yesus mau mengampuni dosa-dosanya. Ia juga sangat kecewa dengan hamba-hamba Tuhan yang khotbahnya berapi-api dan berteriak-teriak seakan jemaatnya tuli dan dengan berbagai alasan dan tuduhan.  Sementara mulutnya terus berbicara, air mata mulai mengalir dan menetes satu demi satu.

Gideon AS tetap tenang dan menjadi pendengar yang baik. Ia berusaha memahami apa yang diderita wanita didepannya, ia berusaha empaty dengan penderitaan orang lain. Juga ketika disampaikan bahwa ia pernah melakukan aborsi karena lelaki yang menghamilinya tidak bertanggung jawab. Ia menganggap dirinya begitu kotor karena pernah menjadi pelacur yang sesungguhnya. Lesbi, masturbasi, narkoba juga pernah digelutinya. Ia berlumuran dengan dosa dan kehidupan yang kelam demikian diakuinya dengan polos. Dan penyebab itu semua adalah ayahnya, demikian ia teriak dengan ekspresi kebencian yang amat dalam. Bahkan saya pernah hampir diperkosa ayah saya, demikian tuturnya disela-sela tangisnya.

Setelah ada kesempatan Gideon AS berbicara, ia mulai dengan firman yang diambil dari nats Alkitab yang selama ini menjadi pegangannya. Ia mulai dengan Roma 1:16-17

“ Jangan gunakan firman, karena saya tidak percaya lagi dengan Alkitab “ potong wanita itu ketus.

Gideon AS diam sejenak kemudian menjawab : “ Ini justru masalah terbesarmu ketika kamu sudah tidak lagi mempercayai Alkitab “

“ Alkitab itu hanya semacam dongeng yang indah yang terjadi masa lalu “ jawab wanita itu.

“ Baiklah,.. tidak ada gunanya kita bicara. Karena saya hanya mau berbicara berdasarkan firman Tuhan “

“ Oh, begitu,… ya,.. ya,.. saya akan berusaha mendengarkan “

Mulai Gideon AS sampaikan firman kebenaran berdasarkan Alkitab. Wanita itu tetap diam dan sesekali ingin segera memotong, namun Gideon AS tetap meminta agar dengarkan dahulu ia berbicara, barulah ia memberikan tanggapan ataupun sanggahan. Ketika masuk dalam Markus 16:16-18 kembali ia tidak bisa mengekang mulutnya untuk berbicara dan sekaligus protes atas adanya firman itu. Tetapi ketika dijelaskan bahwa itu adalah firman Tuhan sendiri maka iapun tidak bisa lagi berkutik.

“ Saya sangat kotor dan menjijikkan, mana mau Tuhan Yesus mengampuni dosa saya ? “

“ Ingat kisah pelacur yang dibawa kehadapan Tuhan Yesus yang divonis hukuman rajam ? “

“ Iya “

“ Yakin kalau Tuhan Yesus sekarangpun bisa mengampuni dosa-dosamu ? “

“ Sebaik itukah Tuhan ? “

“ Dengan syarat,…. Kamu harus mau mengampuni orang lain yang bersalah kepadamu “

“ Apa ?… Saya harus mengampuni laki-laki yang menghamiliku dan tidak bertanggung jawab itu ? Oh,..  tidak,.. tidak akan mungkin. Tidaaaaaak. “ jawabnya ketus dan penuh dengan emosi.

“ Dan kamu juga harus mau mengampuni ayahmu “ kata Gideon AS tenang.

“ Ayahku ? Dia yang sudah menghancurkan masa depanku ? Tidak,… tidak mungkin itu saya lakukan, dengar ya pak, kalau ada kesempatan saya akan membunuh ayah saya sendiri yang sudah memperlakukan saya dengan kejam. Saya menjadi pelacur gara-gara dia. Berapa banyak wanita yang diselingkuhinya ? Ibu saya sangat menderita pak, gara-gara dia,…. Tidak pak , tidak bisa saya memaafkan dia. “

“ Kamu memang anak yang malang “ potong Gideon AS tiba-tiba.

Wanita itu diam dengan seketika. Kembali Gideon AS mengatakan : “ Kamu sudah sengsara dibumi, dan akan sengsara di neraka “

“ Apa bapak bilang ! ,.., saya masuk neraka ? “

“ Ya ! “ jawab Gideon AS singkat.

“ Bapak menghakimi saya ? “

“ Firman Tuhan yang mengatakan demikian “ jawab Gideon AS tegas sambil menunjuk Alkitab. 

Kemudian Gideon AS memberikan gambaran yang ada di dalam Alkitab tentang hamba yang jahat .

Wanita itu menundukkan kepala dan kembali menangis.

“ Saya tidak mau masuk neraka pak, tetapi saya juga belum sanggup mengampuni dosa laki-laki yang  membuat saya membunuh anak saya sendiri, dan juga belum bisa mengampuni ayah saya. “

“ Itu hak kamu tetapi ingat bahwa dosamu tidak bisa diampuni, ketika kamu belum mau mengampuni orang lain yang bersalah kepada kamu. Ingat doa Bapa kami yang diajarkan Tuhan Yesus. “

“ Doa kan saya pak agar saya bisa mengampuni mereka “

“ Upah dosa adalah maut, sehingga ketika kamu belum bisa mengampuni mereka, tiket yang ada ditanganmu adalah tiket ke neraka “

“ Saya belum mau mati sekarang pak “

“ Kamukah yang menentukan kapan hari kematianmu ?”

“ Jadi apa yang harus saya lakukan agar saya tidak masuk ke neraka pak ? “

“  Baca Alkitab, tunduklah pada Firman Tuhan, kenalilah Tuhan Yesus Kristus dengan baik.  Lakukan Firman  Tuhan “

“ Saya akan berusaha pak, do’a kan saya pak agar saya bisa mengampuni mereka “

“ Yudas Iskariot dan Petrus sama-sama sudah melakukan dosa yang besar kepada Tuhan Yesus. Yang membedakan keduanya adalah Yudas Iskariot menyesali perbuatannya dengan cara bunuh diri, sedangkan Petrus menyesali perbuatannya dengan pertobatan. Kamu mau seperti siapa terserah kamu sendiri “

Rencana pertemuan yang hanya setengah jam, ternyata memakan waktu sampai kurang lebih empat jam.  Sebagian kebenaran firman kembali Gideon AS taburkan pada hati wanita yang malang dan penuh dengan penderitaan. Ada senyum terkulum ketika wanita itu minta diri. Ada kelegaan tergambar diraut wajahnya. Ada damai dalam nada bicara yang mulai melembut. Di pintu yang terbuka Gideon AS melepas wanita itu dengan harapan agar ia mau tunduk pada firman Tuhan, ia mau menyangkal dirinya sendiri dan kemudian mengikut Yesus Kristus dan juga menjadi pelaku firman, agar tiket yang ia pegang berganti menjadi tiket surgawi.

“ Pah,.. ternyata dia lebih sengsara daripada kita ya pah,.. “ kata Yulia pada suaminya ketika tamunya sudah pamit pulang.

“ Masing-masing orang punya beban dan salib yang belum tentu sama “ jawab suaminya sambil meneguk air minum yang masih tersisa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: