g. Mau melayani Tuhan ?.

Ada sebuah ungkapan dalam suatu nyanyian agar jangan lelah, jangan lelah bekerja di ladangnya Tuhan, Tuhan sendiri yang memberi kekuatan agar kita dimampukan melakukan segala perkara yang Tuhan perkenankan. Lihat panenan sudah menguning, sudah siap dituai. Tuhan membutuhkan penuai-penuai yang mau bekerja, yang memiliki hati seorang hamba yang mau menyerahkan seluruh hidupnya bagi pekerjaan Tuhan.

Proyek terbesar Tuhan Yesus Kristus ada dihadapan kita. Yaitu menyelamatkan umat manusia yang percaya kepada-Nya. Tuhan membutuhkan pekerja yang handal sekaligus memiliki kerendahan hati. Tuhan tidak membutuhkan orang yang yang sombong dan congkak sekalipun pandai dan menguasai suluruh Alkitab, mengerti kebenaran firman. Tuhan tidak membutuhkan orang yang penakut dan gentar ketika menghadapi berbagai serangan musuh. Tuhan juga tidak membutuhkan orang yang mengandalkan diri kepada manusia dan mengandalkan pada kekuatannya sendiri. Tuhan juga tidak membutuhkan orang yang cengeng dan tidak tahan banting. Tuhan juga tidak membutuhkan orang yang tidak mau waspada dan berjaga-jaga.

Siapakah yang layak melayani Tuhan ? Siapakah mereka yang Tuhan kehendaki sebagai penuai-penuai panenan yang sudah menguning ? Mereka adalah orang-orang yang dikenal oleh Tuhan. Yang dikenal Tuhan adalah mereka yang senantiasa melekat pada Tuhan, yang senantiasa mengandalkan dirinya hanya kepada Tuhan saja. Ia juga seorang hamba yang taat dan setia dan memiliki kerendahan hati. Ia mengasihi sesamanya sebagaimana Tuhan Yesus mengasihi dirinya. Artinya adalah ia mau mengorbankan nyawanya untuk sesamanya. Lebih dari itu ia juga seorang yang mengutamakan Tuhan diatas segala-galanya termasuk seluruh keluarganya. Dan ia bukan hanya pendengar firman Tuhan semata tetapi juga menjadi pelaku firman Tuhan sampai akhir hidupnya.

Untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, gratis. Untuk mengikut Tuhan Yesus ada harga yang harus dibayar. Sangkal diri, pikul salib. Tetapi untuk melayani Tuhan harus menyerahkan segala-galanya. Bahkan nyawapun harus diberikan sebagaimana perintah baru Tuhan Yesus, agar bukan hanya mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri, melainkan mengasihi sesama manusia sebagaimana Tuhan Yesus mengasihi.

Apabila kita serahkan hidup kita 50 % kepada Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus juga akan menyertai kita. Bahkan kalau kita serahkan hidup kita 90 % kepada Tuhan Yesus maka Tuhan Yesus senantiasa menyertai kita. Kemudian apa yang terjadi ketika kita serahkan 100 % hidup kita kepada Tuhan Yesus ? Maka Tuhan Yesus Kristus akan tinggal di dalam hidup kita. Kalau Tuhan sudah tinggal di dalam hidup kita masih adakah rasa khawatir, masihkan adakah rasa takut dan gentar terhadap kuasa kegelapan, masihkah ada keinginan daging, masihkah kita lakukan dosa, masihkah kita menyakiti sesama, masihkah kita mendukakan Tuhan Yesus di dalam hidup kita sekalipun kita masih tinggal di dunia ?. Uji diri kita masing-masing dihadapan Tuhan. Dalam posisi mana kita berada ? Cukupkah penyertaan Tuhan di dalam setiap kehidupan kita atau kita mau Tuhan Yesus Kristus berdiam di dalam diri kita. Cukupkah kita hanya menerima Tuhan ? Maukah kita melangkah tidak hanya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita tetapi mau mengikut Tuhan Yesus, dan akhirnya kita akan melangkah bukan hanya mengikut Tuhan Yesus Kritus tetapi juga melayani Tuhan Yesus Kristus.

Mau melayani Tuhan ? ……………
Sekaranglah waktunya,..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: