k. Sebuah “kebenaran”.

Peristiwa selanjutnya khusus yang terkait dengan Eci berulang kali terjadi manifestasi kuasa kegelapan. Beraneka ragam roh yang masuk, mulai dari roh yang mengaku sebagai leluhur Eci yang tidak rela kalau ia ditangkap Tuhan, roh pembunuh, roh menyakiti diri sendiri, roh Ismail, roh akar pahit, roh dusta, roh cabul dan banyak lagi jenis kuasa kegelapan yang merasukinya. Terkuak juga ketidak jujuran yang dilakukan Eci di wartel ketika ia mendapat kembalian yang lebih dari semestinya. Juga berbohong ketika mengaku puasa tetapi sebenarnya ia tidak puasa. Juga terbongkar bahwa ia berhubungan melalui HP dengan seorang anak laki-laki yang baru berusia 10 tahun. Bahkan hubungan pribadi dengan pacar-pacarnya juga terungkap. Siapa mereka dan apa yang pernah mereka lakukan.

Penjelasan itu didapatkan ketika selesai manifestasi dan beralih pada manifestasi yang mengaku sebagai Roh Kudus. Dan ketika sadar dan menjadi dirinya sendiri, semua data informasi dikonfirmasikan pada Eci. Sungguh Eci terheran-heran dengan pertanyaan yang disampaikan Gideon AS. Karena apa yang disampaikan pada Eci benar adanya.
” Dari mana bapak tahu apa yang sudah Eci lakukan ? ” tanya Eci terheran-heran.
” Roh yang mengaku sebagai Roh Kudus di dalam dirimu yang memberitahu ” jawab Gideon AS.
” Saya tidak mengerti mengapa bisa seperti itu, saya tidak ingat apapun ”
” Benar yang saya tanyakan tadi ?”
” Iya pak ”

Malam berikutnya, kembali Eci manifestasi kuasa kegelapan. Lagi-lagi roh Ismail muncul mengklaim bahwa Eci adalah milik mereka. Setelah itu muncul juga roh leluhurnya yang akan membunuh Eci karena telah gagal menjalankan tugas menghancurkan keluarga Gideon AS. Kembali Gideon AS sebelum mengusir roh-roh itu melakukan komunikasi untuk memperoleh data sebanyak-banyaknya rencana roh-roh itu atas keluarganya.
” Untuk apa kamu masuk dalam tubuh anak ini ? ” kata Gideon AS pada roh di dalam diri Eci.
” Untuk mengambilnya kembali, karena dia adalah milik kepunyaanku, ha….., ha……, ha,… ” roh itu tertawa berkepanjangan.
” Dia milik Kristus Yesus ”
” Tidak,…. aku leluhurnya lebih berhak atas dirinya ”
” Dia milik Tuhan Yesus Kristus ”
” Dia milikku,…. dia miliku,….. dia milikku,… ” jerit roh itu melengking.
” Darah Yesus Kristus sudah membebaskan anak ini dari kutuk-kutuk keturunan, sehingga kamu tidak lagi berhak atas anak ini ”
” Dia akan aku bunuh ” jerit roh itu parau dengan putus asa.
” Kamu tidak bisa lakukan itu, karena Tuhan Yesus yang menjaganya ”
” Saya tidak takut,… saya akan bunuh anak ini ”
” Kamu sudah ompong, bahkan pimpinanmu sudah dikalahkan Yesus Kristus dikayu salib ”
” Lihat saja nanti ”
” Sekarang saatnya kamu tinggalkan anak ini di dalam nama Tuhan Yesus Kristus ” dengan otoritas Tuhan Yesus Kristus, Gideon AS memerintahkan setan itu keluar dari Eci. Dan setan itupun segera pergi.

Tidak lama sesudah itu menjadi hening, nafas Eci semakin teratur, dan kemudian ia bangkit lalu duduk berdiam diri. Tidak lama kemudian nampak seperti yang sudah-sudah, Eci manifestasi roh yang mengaku sebagai Roh Kudus. Kali ini perbincangan dengan roh yang mengaku sebagai Roh Kudus cukup lama. Banyak pertanyaan yang dilontarkan Gideon AS yang secara khusus terkait dengan kehidupan Eci. Malam itu banyak yang terungkap dari misteri-misteri yang selama ini dirahasiakan. Tiba-tiba Samuel R yang malam itu juga manifestari Roh Kudus melontarkan pertanyaan kepada roh yang mengaku sebagai Roh Kudus pada diri Eci.
” Kalau kamu benar-benar Roh Kudus, apakah bersedia saya uji ? ”
” Silahkan ” jawab roh yang mengaku Roh Kudus dari mulut Eci.
” Gideon, kamu perhatikan 1 Yohanes 4:1 ” kata Roh Kudus dalam diri Samuel R
” Siap dengan pengujian ? ” kembali Roh Kudus dalam diri Samuel mengarahkan pertanyaan pada roh yang mengaku Roh Kudus dalam diri Eci.
” Silahkan ”
” Katakan ~ Aku menyembah Tuhan Yesus Kristus sebanyak 30 kali dengan benar ~ Gideon, hitung ucapannya ”
Kemudian dari mulut Eci keluar kata-kata seperti yang diperintahkan. Dan selesai 30 kali dengan benar.
” Yang kedua ~ Katakan 30 kali perkataan ” dalam darah Tuhan Yesus Kristus ” dengan benar ! Gideon hitung dan perhatikan ”

Yang terjadi kemudian adalah ketika mengucapkan ” dalam darah Tuhan Yesus Kristus ” yang kedua, Eci tumbang dan jatuh kebelakang. Terbukti bahwa roh itu tidak sanggup mengatakan ” dalam darah Tuhan Yesus Kristus ” sampai 30 kali.
” Gideon !,… perhatikan sekarang, ternyata roh yang mengaku sebagai Roh Kudus di dalam diri anak ini adalah Roh Kudus palsu ” ucap Roh Kudus yang ada dalam diri Samuel R.
” Bedanya benar-benar tipis ” komentar Gideon AS pendek.
” Ini akhir jaman, dan hal ini adalah penggenapan akhir jaman, dimana akan muncul kepalsuan dimana-mana. Ini bukti dari iblis yang menyamar sebagai malaikat terang. Maka ujilah roh-roh yang datang sebagaimana yang tertuang dalam 1 Yohanes 4:1 ”

Ketika semuanya selesai dan Eci terbebas dari roh kudus palsu, Eci menjadi sadar kembali menjadi dirinya sendiri. Tetapi yang kemudian menjadi aneh adalah memorinya yang hilang sebagian. Sudah lebih dari 1 bulan Eci tinggal pada keluarga Gideon AS, tetapi malam itu ia menjadi canggung dan terasa asing berada ditengah-tengah keluarga Gideon AS.
” Dimana aku ini ” kata Eci dengan logat Menado, karena ia berasal dari Sangir ~ Menado.
” Kamu benar-benar tidak tahu kamu ada dimana ? ” kata Gideon AS perlahan.
” Eh,.. bapak ,… mengapa saya ada disini ? ” kembali Eci bertanya.
” Kamarin kamu ada dimana ? ” selidik Gideon AS.
” Menado,.. kemudian naik pesawat ke Jakarta ”
” Naik apa kamu dari bandara kesini ? ”
” Naik ojek ”
” Sudah lebih dari sebulan kamu tinggal dirumah ini ”
” Ah tidak mungkin,… kemarin saya di Menado ”
” Baik,.. kemarin kamu pakai pakaian warna apa ? ” Gideon AS berusaha mengingatkan.
” Warna kuning ”
” Sekarang ? ”
” Ah,.. iya ya siapa yang mengganti pakaian saya ? ”
” Sekarang jelas sudah, bahwa ada memori kamu yang hilang,.. saya akan berdoa untuk kamu ”

Gideon AS kemudian berdoa sambil menumpangkan tangan pada kepala Eci, memohon dengan sangat kepada Tuhan agar mengembalikan memori Eci yang hilang. Dan setelah selesai berdoa Eci seperti bangun tidur yang sangat nyenyak. Ia telah menemukan memorinya yang sempat hilang.
” Eh,.. bapak,.. lho kok ada disini,.. waduh,… mengapa rambutku banyak minyaknya ? ”

Malam itu mereka tidak langsung tidur tetapi melakukan perbincangan, khususnya mengenai munculnya roh kudus palsu. Dan mengenai pengujian pada setiap roh memang berulang kali diingatkan pada 1 Yohanes 4:1. Dan berulang kali ketika Roh Kudus manifestasi pada Samuel R justru Roh itu meminta agar dilakukan pengujian terlebih dahulu. Sebenarnya ada beberapa tahapan ketika melakukan pengujian. Diantaranya adalah : Sanggup dengan benar membaca Alkitab dari Wahyu 20:10 minimal 30 kali dengan benar. Setelah itu mengucapkan : ” Aku menyembah Tuhan Yesus Kristus ” dengan benar juga minimal sebanyak 30 kali, selanjutnya mengucapkan dengan benar perkataan : ” di dalam darah Tuhan Yesus Kristus ” sebanyak minimal 30 kali.

Sabtu, 31 Maret 2007 menjelang malam.
Gideon AS dengan sengaja mengundang Ibu Anne, Ibu Rut, Ibu Ratna dan mas Kris untuk mengadakan doa bersama di rumahnya. Mereka adalah kawan sepelayanan Gideon AS. Ia mendapat sinyal bahwa malam itu Tuhan akan memberikan pengajaran kepada mereka yang datang, khususnya bagaimana menghadapi manifestasi kuasa kegelapan. Tentu Gideon AS tidak menyampaikan hal itu kepada mereka. Gideon AS rindu mereka memiliki pengalaman bagaimana menghadapi kuasa kegelapan.

Kurang lebih pukul 09.30 mereka sudah datang ke rumah Gideon AS bahkan diantara mereka ada ibu Entin, seorang ibu yang ternyata memiliki kerinduan belajar mengusir kuasa kegelapan. Di awali dengan perbincangan ringan karena sudah agak lama mereka tidak berkumpul. Dan menjelang pukul 22.00 mulai masuk dalam puji-pujian, penyembahan dan berdoa. Suasana malam itu kurang bisa konsentrasi untuk berdoa dengan baik karena tidak jauh dari rumah Gideon AS ada yang hajatan sehingga suara musik ndangdut terasa sangat mengganggu. Ternyata kondisi itu ditambah dengan perilaku Samuel R yang berulang kali mondar-mandir ditengah-tengah ruang doa, lagi-lagi mengganggu konsentrasi. Tetapi acara tetap berlanjut apapun yang terjadi. Dan kurang lebih pukul 23.30 acara doapun selesai.
” Malam ini jangan menjadi heran dengan perilaku Samuel R, karena rohnya sedang tidak ada di dalam tubuhnya ” kata Gideon AS mencoba memberikan penjelasan.
” Sejak saya sampai dirumah ini, saya sudah tahu ” komentar ibu Anne.
” Sekalipun sekarang ia sudah dewasa, tetapi pikirannya dibuat seperti anak yang masih berusia 9 tahun ”
” Tujuh tahun pah,… ” tiba-tiba Samuel R yang duduk disamping ayahnya menyahut.
” Yah,.. 7 tahun juga boleh ” kata ayahnya berkelakar.
” Malam ini Tuhan akan memberikan pengajaran tentang kuasan kegelapan dan bagaimana cara mengusirnya. Dan waktunya adalah tengah malam ini sampai pagi. Jadi kalau mau sekolah ilahi, mari saya ajak untuk sekolah ilahi sampai pagi ” Gideon AS berusaha menjelaskan.
” Ayo, bu Entin katanya mau belajar mengusir setan,.. bagaimana ? ” kata ibu Anne pada ibu Entin.
” Iya,.. kapan lagi belajar selagi ada kesempatan ” ujar ibu-ibu yang lain. Ibu Entin hanya tersenyum.
” 2 menit lagi ” kata Samuel R berbisik pada ayahnya.

Pukul 23.58 Samuel R ke toilet, kemudian pergi kedapur. Saat itulah tepat pukul 24.00 dan terdengar suara menggeram dari mulut Samuel R. Pandangan mata sangat tajam, wajah demikian kaku dan nampak tegang, kaki nampak meregang dan satu kaki menyepak-nyepak seperti seekor sapi.
” Pengajaran segera akan dimulai, semuanya menggunakan perlengkapan senjata rokhani ” teriak Gideon AS sambil mohon otoritas Tuhan Yesus Kristus untuk memakai perlengkapan senjata Allah.

Malam itu suasana menjadi riuh, ketegangan nampak pada wajah ibu-ibu yang baru pertama kali menghadapi kuasa kegelapan. Sementara itu Gideon AS mendekati Samuel R yang sudah mulai kemasukan kuasa kegelapan. Terjadi komunikasi diantara mereka.
” Dengan siapa saya berhadapan ? ” Gideon AS membuka percakapan.
” Kamu sudah kenal saya ”
” Banteng dadi Banten ? ”
” Tepat ” kata roh itu melalui mulut Samuel R.

Kemudian Gideon AS membawa Samuel R ke ruang doa. Mulai dilakukan komunikasi dua arah.
” Sudah mendapat ijin Tuhankah kamu memasuki tubuh anak ini ? ” kata Gideon AS.
” Tuhanmu yang menyuruhku memasuki tubuh anak yang gendut ini, untuk menguji kalian semua, apakah bisa mengusir saya ”
” Berapa lama kamu akan tinggal pada anak ini ? ”
” Suka-suka Tuhanmu ”

Sementara itu roh itu terus berbicara dengan bahasa yang biasa digunakan kuasa kegelapan, mengumpat, memaki, mencemooh dan kata-kata kebun binatang. Ibu Entin nampak begitu tegang. Dan satu demi satu didatangi Samuel R dengan mata melotot, mulut menyeringai dan siap dengan tangan yang mencekik leher. Tetapi selalu tidak bisa menyentuh kulit mereka. Tangan Samuel R selalu terpental. Hal ini membuktikan bahwa mereka sudah menggunakan perlengkapan senjata rokhani, sekaligus membuktikan bahwa perlindungan Tuhan sangat sempurna. Ibu Ratna mengabadikan peristiwa itu dengan Video Hp.

Demikianlah terus berlanjut, berbagai roh yang masuk silih berganti, masing-masing mendapat giliran menengking roh itu. Ada yang bergandeng tangan dalam menengking, baru roh itu keluar. Ada juga yang dengan cara bergandeng tangan suami istri, yang dalam hal ini adalah mas Kris dan ibu Ratna, baru roh itu keluar. Demikianlah pengajaran malam itu berlangsung dengan seru serta mendebarkan. Ibu Rut berulang kali mengagumi kebaikan Tuhan kepada mereka yang memberi kesempatan belajar bagaimana mengatasi kuasa kegelapan.

Waktu terus berlalu, pengajaran semakin lama semakin mengarah pada masing-masing pribadi. Pada siapa roh itu mau keluar. Ibu Entin tidak lagi merasa ragu akan kuasa yang Tuhan berikan kepadanya. Dengan lantang ia menengking kuasa kegelapan, dan kuasa kegelapan itupun keluar. Beralih lagi roh-roh yang lain, ada roh perceraian, roh selingkuh, roh serakah, roh yang tidak bisa mengucap syukur dan masih banyak roh-roh dengan jenis yang berbeda muncul pada malam itu. Juga dalam pengucapan kata Yesus, harus diucapkan lengkap dengan disertai Tuhan Yesus Kristus baru setan itu keluar. Karena dalam Alkitab ada 3 nama Yesus. Yesus dari Nasaret yaitu Tuhan Yesus Kristus, Yesus Barnabas yaitu penjahat yang di bebaskan Pilatus, juga ada Baryesus si penyihir.

Hampir pagi, kata Gideon AS dalam hati. Yah waktu hampir pukul 05.00 Samuel R masuk ke kamar mandi dan ternyata ia mandi. Setelah selesai mandi, Gideon AS merasa bahwa pengajaran Tuhan malam itu sudah selesai. Maka ia segera mendekati anaknya, ia pegang anaknya, dan kemudian berdoa, mengundang Roh Kudus agar memenuhi Samuel R. Kemudian menyanyikan nyanyian khusus untuk mengundang urapan Roh Kudus. Gideon AS merasakan goncangan-goncangan kecil pada tubuh anaknya. Tidak lama kemudian ia merasakan bahwa Samuel R ikut menyanyikan nyanyian yang dinyanyikan ayahnya. Dan selanjutnya Roh Kudus mengambil alih acara selanjutnya. Samuel R kini dipakai Roh Kudus untuk menyatakan apa yang Tuhan perintahkan.

” 1 Yohanes 4:1 ” kata Roh Kudus melalui mulut Samuel R.
Segera dibacakan ( 1 Yohanes 4:1 ~> Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul ke seluruh dunia ). Kemudian, Samuel R melanjutkan :
” Gideon lakukan pengujian, kamu tahu bagaimana mengujinya ”. Saat itu juga Gideon AS melakukan pengujian,.. dan ternyata lulus. Tidak diragukan lagi bahwa yang berbicara adalah Roh Kudus sendiri.

Kemudian Gideon AS tergerak untuk membuka Yohanes 16:13 ( Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang di dengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang )
” Ada yang mau ditanyakan ? ” dari mulut Samuel R keluar suara Roh Kudus.
Kemudian Ibu Rut melontarkan berbagai pertanyaan, demikian pula dengan Ibu Anne. Setiap pertanyaan dijawab dengan cukup jelas dan mudah dimengerti. Ada juga yang dijawab melalui ayat Alkitab. Demikian tanya jawab berlangsung cukup lama, dan akhirnya kurang lebih pukul 05.30 tanya jawab selesai. Setelah ditutup dengan doa melalui Samuel R, diakhiri dengan doa yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus yaitu doa : ” Bapa Kami .”

Pagi itu mereka segera berkemas untuk meninggalkan rumah Gideon AS. Apa yang ada dihati mereka hanya mereka masing-masing dan juga Tuhan yang tahu. Boleh jadi kejadian malam itu senantiasa membekas dalam hati mereka, boleh jadi mereka sangat terkesan mendapatkan pengajaran yang baru, tetapi bisa jadi timbul pertanyaan besar. Jauh diatas sana Tuhan melihat hati mereka masing-masing yang paling dalam. Kejadian malam itu akan menjadi berkat atau menjadi batu sandungan bagi mereka dari buahnyalah akan diketahui. Sebagaimana Gideon AS yang senantiasa mengadakan pengujian terhadap berbagai peristiwa yang dialaminya. Yang Gideon AS mau dan rindukan hanyalah menyenangkan hati Tuhan. Ia siap dibentuk Tuhan, siap di uji oleh Tuhan baik atau tidak baik waktunya. Ia yakin ketika dirinya mengandalkan Tuhan, maka Tuhan yang akan memampukan dirinya mengalahkan kuasa kegelapan, dan menjadi pemenang pada tiap-tiap pengujian.

Pengujian memang sangat penting,..
Terus ?,….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: