n. “Korban” kembali jatuh.

Katrin adalah seorang gadis berusia 18 tahun, ia anak pertama dari pasangan suami istri yang masih ada kerabat dengan Gideon, bahkan mereka kawan sepermainan Gideon sewaktu kanak-kanak. Memang mereka bukan dari keluarga yang serba ada, tetapi juga bukan dari keluarga yang serba kekurangan.

Yang menjadi menarik adalah ketika menelusuri kehidupan ayah anak ini. Seakan sudah menjadi rahasia umum di lingkungan mereka bahwa ia beberapa kali menggunakan jasa paranormal dalam usahanya mendapatkan sesuatu. Apakah ia anak Tuhan ?,… sepertinya begitu karena memang dari kecil ia sudah menjadi orang Kristen. Istrinyapun juga dari kecil sudah menjadi orang Kristen.

Sebuah sumber yang layak dipercaya mengemukakan bahwa Katrin sudah beberapa kali masuk rumah sakit jiwa. Bahkan perilakunya sudah sangat memalukan. Kejadian itu tentu merupakan pukulan yang menyakitkan bagi keluarganya. Tetapi kejadian itu tidak membuat ayahnya sadar akan perilakunya yang mendukakan Tuhan, tetapi yang dilakukan justru lebih membuat dirinya terperosok semakin dalam. Sang ayah justru membawa anaknya ke paranormal di mana ia biasa datang dan menyerahkan dirinya. Ia tidak menyadari bahwa perilakunya selama ini mendukakan Tuhan. Korban sudah jatuh yaitu anaknya sendiri, tetapi sungguh malang hal ini tidak disadari oleh kedua orang tuanya.

Bagaimana dengan pihak gereja dimana mereka biasa berjemaat ?,.. Gideon tidak mau menghakimi, tetapi maunya adalah mengasihi. Dengan cara apa ?,… Yang selama ini dilakukan adalah berdoa kepada pemilik kehidupan ini. Apa yang terjadi setelah keluarga Gideon membawa Katrin dan keluarganya kedalam doa-doa mereka ?

Beberapa kali Samuel manifestasi roh yang mengaku berasal dari paranormal yang selama ini di datangi ayah Katrin yang terusik oleh doa-doa keluarga Gideon. Roh itu tidak rela dan bahkan meminta agar keluarga Gideon tidak ikut campur mengenai permasalahan dengan keluarga Katrin. Dan tentu saja ditolak dengan tegas oleh Gideon yang memang tidak mau kompromi dengan kuasa kegelapan.

Demikianlah dari waktu kewaktu keluarga Gideon membawa Katrin ke dalam doa, khususnya ketika Samuel kebagian doa syafaat. Keluarga ini begitu yakin akan kekuatan doa yang disampaikan dengan sungguh-sungguh. Apalagi kalau keluar dari hati yang paling dalam sangat mudah menembus kerajaan sorga, misalnya doa seorang ibu yang sungguh-sungguh berdoa.

Sebagaimana malam itu ketika Gideon pulang dari bekerja. Ia mendengar Samuel tertawa terbahak-bahak di dalam kamarnya. Gideon mengerutkan kening sejenak sambil memperhatikan Yulia yang sedang mengawasi anak pertamanya yang berteriak-teriak sambil tertawa-tawa tetapi mata tetap tertutup. Samuel tidak mengamuk, ia tetap ditempat tidur bergulingan kekanan dan kekiri, hanya mulutnya yang sibuk dengan kata-kata dan teriakan diselingi dengan tertawa tertahan, terkadang terbahak-bahak. Gideon yang sudah berganti pakaian menggamit istrinya agar keluar kamar.

Di ruang tamu Gideon berkata : ” Roh anak itu tidak ada dalam tubuhnya, yang sekarang berbicara bukan roh anak itu “.
“ Iya “ jawab Yulia pendek.
“ Tuhan sedang memberikan kita pengajaran yang baru, perhatikan apa yang akan terjadi selanjutnya “ Gideon kembali menjelaskan, lalu kembali ia berkata :
“ Mari kita lihat “
Segera mereka berdua ke kamar Samuel yang masih berteriak-teriak.

Di kamar itu mereka sengaja memperhatikan apa yang keluar dari mulut Samuel, mereka tahu itu bukan Samuel sekalipun suaranya adalah suara Samuel. Yang terdengar diantaranya adalah ungkapan sebagai berikut :
” Aku sudah kaya sekarang, aku sudah bebas dari kekurangan uang, aku akan ganti uang papaku yang membayar telepon lebih dari satu juta gara-gara aku pakai, aku akan belikan pulsa HP papaku yang kupakai buat menelpon, aku sekarang tidak kekurang lagi, ha, ha, ha,… aku menang, aku menang sekarang, aku tidak lagi menderita kekurangan uang,….. dan seterusnya.

” Mari kita undang hadirat Tuhan ” kata Gideon mengajak istrinya.
Tidak lama kemudian, menjelang pukul 23.00 mengalir puji-pujian dari kamar Samuel. Saling mengisi antara pujian dan teriakan-teriakan dari mulut Samuel. Nyanyian terus mengalir tanpa mempedulikan suara-suara yang lain. Terus dan terus menyanyi dengan hati dan menghayati syair demi syair. Yah malam itu tidak ada air mata mengalir, kondisi yang ada disikapi dengan ucap syukur dan bukan suatu kesedihan.

Pujian dan penyerahan total kepada Tuhan berlangsung hampir setengah jam. Dan dengan suka cita mereka suami istri tenggelam dalam hadirat Tuhan. Seiring dengan itu Samuel nampak lebih tenang, sesekali mulutnya bersuara, sesekali masih tertawa kecil dan akhirnya diam dan diam. Kemudian Gideon dan Yulia berdoa bersama-sama sambil menumpangkan tangan pada kepala Samuel yang demikian tenang. Mereka memanjatkan ucapan syukur atas kebaikan Tuhan kepada mereka selama ini. Didikan-demi didikan Tuhan curahkan atas keluarga mereka, karena mereka sangat yakin betapa Tuhan sangat mengasihi mereka.

Akhirnya Gideon berdoa khusus memohon kepada Tuhan agar roh Samuel dikembalikan lagi pada tubuhnya, maka tidak lama kemudian ketika Yulia mengoleskan minyak urapan pada kelopak mata Samuel, maka Samuel nampak menggeliat dan berulang kali memejamkan matanya lebih kuat lagi dan kemudian membuka mata.
” He,.. kita jadikan latihan stir mobil ” ucap Samuel sambil menguap.
” Malam-malam begini latihan stir mobil ? “ jawab Gideon santai.
“ Lho jam berapa sekarang ? “
“ Hampir tengah malam “
“ Nggak salah ? Bukankah tadi kita kebaktian ? ”
” Kebaktian itu hari Minggu,.. sekarang sudah hari Rabu ” kata Gideon sambil tersenyum.
” Sekarang hari Rabu ? ” kembali Samuel bertanya.
” Iya, sekarang hari Rabu ” Yulia berusaha menjelaskan pada anaknya.
” Selama tiga hari kemana ? ” kata Gideon menyelidik.
” Yang saya ingat sewaktu penyembahan, roh saya diangkat Tuhan. Saya melihat tubuhku sendiri sedang penyembahan, juga melihat orang-orang yang lain yang semakin lama semakin kecil karena roh saya semakin tinggi yang akhirnya sampai ke tempat seperti komplek bangunan yang sangat indah. Lantai nya dari emas, dan juga dinding-dingnya terbuat dari emas, pokoknya sangat indah sekali. Aktivitas disana lebih banyak berdoa untuk saudara-saudara yang masih banyak yang belum bertobat. Juga diperlihatkan kepada saya akan adanya gempa dan gunung yang akan meletus tidak akan lama lagi. Sesudah itu saya merasa ada yang memanggil pulang, dan ternyata roh saya dikembalikan lagi kedalam tubuh saya. ”
” Samuel,.. apa yang kamu kisahkan itu sebuah kebenaran ? ” kata Gideon sungguh-sungguh.
” Kalau saya berbohong, malam ini juga saya mati pah,.. ” jawab Samuel tenang.

Ke esokan harinya, aktifitas kembali seperti biasa termasuk Samuel.
Pegang terus tangan Tuhan,.. maka
anda tidak lagi tergelincir dan jatuh,..

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: