o. “Menjelajah” Lampung.

Sabtu, 21 Juni 2007, kurang lebih pukul 09.00 pagi. Sekelompok pemerhati anak-anak Tuhan mengadakan perjalanan ke Lampung dibawah pimpinan Bp. IGN Sastra, seorang hamba Tuhan asli dari daerah Bali yang juga seorang keturunan Raja. Ia rela meninggalkan dan sekaligus melepaskan haknya sebagai keturunan raja di Bali untuk menjadi seorang hamba Tuhan. Seorang hamba Tuhan yang biasa melayani kaum pemulung di bilangan Sarinah, juga di penjara-penjara yang seakan akan tidak mengenal lelah bekerja untuk Tuhan Yesus Kristus yang telah menangkapnya beberapa tahun yang lalu.

Ia bersama lima orang sesama hamba Tuhan pagi itu mengarahkan perjalanannya ke Lampung pedalaman dalam rencana KKR yang merupakan gabungan dari beberapa gereja dibawah gembalaan Bp. Pdt. Hadi. Ibu Maria yang juga istri Bp. IGN Sastra termasuk yang ikut serta, dimana pada mulanya mengalami trauma setiap kali akan diajak ke Lampung. Dari berbagai pengalaman yang pernah dialaminya, senantiasa ia bayangkan sebuah perahu kecil yang terombang-ambing di tengah lautan. Namun ketika menggunakan kapal Ferry penyeberangan dari Merak ke Lampung, ternyata yang ditakutinya selama ini tidak menjadi kenyataan, bahkan ia tidak merasakan kapan kapal bergeser dari tempatnya bersandar. Hal itu dialami baik ketika berangkat maupun perginya.

Kurang lebih pukul 16.00 mobil Taruna yang dikemudikan Bp. IGN Sastra sendiri sampai ke tempat yang dituju yaitu di tempat Bp. Pdt. Hadi. Satu demi satu turun dari kendaraan, dan tuan rumah menyambut rombongan itu dengan penuh sukacita. Dr. Budi yang juga salah satu hamba Tuhan di dalam rombongan itu, nampak tetap segar sekalipun seharian menjadi ” co pilot ” mendampingi Bp. IGN Sastra. Bp. Willy dan juga istrinya yaitu ibu Lucy, tetap semangat sekalipun perjalanan yang ditempuh cukup panjang dan melelahkan.

Sambil mereka melepas lelah, tuan rumah memberikan suguhan minuman kelapa muda dan juga makanan kecil, membuat suasana menjadi lebih segar apalagi ketika mereka selesai mandi. Diselingi dengan kelakar yang sepertinya tidak habis-habisnya sejak saat berangkat, sangat pas dengan Bp. Pdt. Hadi yang juga memberikan suguhan kisah yang tidak kalah lucu dan manarik. Banyak hal terungkap dari kisah-kisah yang disampaikan tuan rumah. Namun suasana seperti itu tidak bisa berpanjang lebar karena tepat jam 19.00 akan ada acara PA yang tempatnya justru di tempat tuan rumah.

P.A atau pendalaman Alkitab adalah suatu kegiatan yang sangat positif untuk mengenal Tuhan Yesus Kristus dengan lebih dalam lagi sekaligus mengerti atau memahami apa yang terkandung dalam Alkitab. Peran aktif team ” Galilea Ministry ” dalam kesempatan mengikuti PA membuat sukacita bertambah-tambah khususnya bagi team yang dipimpin Bp. IGN Sastra dimana bisa ikut bergabung dalam acara PA, sekaligus berbagi pengalaman dan pengupasan Firman Tuhan yang malam itu dipimpin oleh Bp. Willy.

PA yang di ikuti kurang lebih 15 orang berjalan dengan nuansa yang hangat, secara bergantian saling menjelaskan ayat-ayat yang dibacakan sebagai dasar pembahasan. Kurang lebih pukul 21.00 acara PA selesai, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Bp. IGN Sastra, serta mengundang mereka yang sakit, yang berbeban berat, yang memiliki masalah satu-demi satu di do’akan oleh team.

Dan malam itu mujizat terjadi, penyertaan Tuhan sangat terasa luar biasa, urapan Roh Kudus sangat mencengkeram yang hadir pada saat itu. Yang sakit mengalami jamahan Roh Kudus, yang berbeban berat terjadi pembebasan, yang lemah dikuatkan, yang menemui jalan buntu memperoleh jalan keluar. Bahkan seorang ibu akhirnya mengalami pemulihan setelah konseling ke esokan harinya.

Tiba waktu istirahat, semua anggota team mulai menata diri untuk melepas lelah ditengah-tengah mereka yang masih ingin berbagi cerita. Dan malam itu menjadi sunyi dan sepi, hanya dengkur saling bersahutan mengiringi mimpi yang mungkin masih menghampiri. Hening.

Ke esokan harinya, hari Minggu, Gideon melayani jemaat yang berkebaktian di sebuah rumah bekas dukun yang telah bertobat, sampai 3 karung jimat yang dibakar demikian kata Bp. Pdt. Hadi. Gideon menyampaikan khotbah perihal Sorga dan neraka yang kedua-duanya adalah ada. Pada siangnya pukul 14.00 konsentrasi pada gereja induk untuk bersama-sama mengikuti KKR yang dipimpin oleh Bp. IGN Sastra dan Perjamuan Kudus yang akan dipimpin oleh Dr. Budi.

Menjelang pukul 13.30 semua team sudah berkumpul. Bp. Willy dan ibu Lucy, juga sudah tiba di gereja induk, dan terakhir Dr. Budi. Saat itu langit nampak gelap dan mendung menggelayut. Tetes air mulai membasahi bumi. Dengan langkah iman Bp. IGN Sastra mengajak team bergandeng tangan memohon kepada Tuhan dengan doa sungguh-sungguh menolak hujan, mohon agar hujan dikirim ke tempat yang lain, agar KKR berjalan dengan lancar. Seketika itu juga titik-titik hujan berhenti, mendung tersibak dan matahari perlahan-lahan kembali memancarkan sinarnya.
” Lihat langit ” kata Bp. IGN Sastra singkat.
” Tuhan berkuasa atas langit dan bumi ” komentar Gideon perlahan.

Satu demi satu bangku-bangku mulai terisi para jemaat yang akan mengikuti KKR, bahkan beberapa kendaraan yang mengangkut para jemaat dari beberapa gereja mulai berdatangan. Dan tepat pukul 14.00 KKR dimulai. Pujian dan penyembahan dipercayakan kepada Ibu Maria yang berpasangan dengan Ibu Lucy.

Bp. IGN Sastra membawakan Firman Tuhan yang cukup keras tetapi santun dan mengena. Firman Tuhan terus menjelajah dari hati kehati mereka yang datang, yang rindu akan taburan firman yang menguatkan, yang menghibur dan juga yang memberikan tuntunan kejalan yang menuju ketempat dimana Yesus Kristus berada. Hal ini terbukti dari antusiasnya para peserta KKR memperhatikan tiap kata dan kalimat dari pembicara. Tidak nampak ada yang mengantuk apalagi tertidur, semuanya nampak menikmati siraman rohani yang membangun iman mereka masing-masing walaupun waktunya sudah lebih dari satu jam.

Demikianlah waktu sudah mendekati garis akhir, Bp. IGN Sastra mengakhiri khotbahnya yang berapi-api dan penuh semangat dan kemudian mempersiapkan jemaat untuk menikmati tubuh dan darah Tuhan Yesus Kristus. Ya,.. tiba saat dimana diadakan sakreman perjamuan kudus yang akan dipimpin oleh dr. Budi.

Sementara perjamuan kudus dibagikan kepada para jemaat oleh Bp. Willy, dr. Budi menyampaikan dasar firman dilaksanakannya Perjamuan Kudus. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya agar para jemaat memahami dengan benar ketika menikmati perjamuan kudus. Demikianlah satu persatu para jemaat memegang hosti dan anggur yang akan digunakan dalam perjamuan kudus.

Suasana demikian syahdu tatkala mereka masing-masing mengangkat roti dan juga anggur sambil mengikuti apa yang di ucapkan dr. Budi. Mereka dengan sungguh-sungguh meresapi apa makna perjamuan kudus yang sesungguhnya. Tubuh Yesus Kristus dan darah Kristus yang adalah benar-benar makanan dan benar-benar minuman di imani akan menguatkan iman dan harap percaya mereka kepada Tuhan Yesus Kristus.

Waktu terus merambat dan akhirnya tiba acara altar call. Kesempatan pertama diundang bagi anak-anak yang rindu di doakan, yang ingin sekolahnya pandai, dan menyerahkan hidupnya pada Tuhan. Ternyata cukup banyak anak-anak yang rindu di doakan oleh hamba-hamba Tuhan yang memiliki kasih yang tulus kepada mereka. Satu demi satu hamba-hamba Tuhan berdoa bagi mereka, termasuk orang tua yang mengantar mereka juga di doakan.
Selanjutnya diundang juga para remaja yang rindu di doakan, dan terakhir para orang tua. Demikianlah rangkaian KKR berjalan dengan tidak ada rintangan apapun. Tuhan Yesus Kristus menyatakan kuasanya ditengah-tengah anak-anak-Nya yang senantiasa mengandalkan diri hanya kepada Tuhan. Damai sejahtera dan sukacita terpancar dari wajah-wajah yang nampak berseri.

Matahari sudah merendah di ufuk barat. Team KKR tetap semangat sekalipun KKR sudah selesai. Memang ada guratan lelah menjelajah wajah-wajah hamba Tuhan, tetapi nampak sukacita yang amat dalam menyelinap pada setiap tutur kata yang terlontar. Pesta rohani usailah sudah, kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama para jemaat, tetapi team KKR segera mohon diri karena masih masih ada acara konseling.

Demikianlah acara demi acara berjalan dengan baik. Sukacita senantiasa tergambar dari wajah hamba-hamba Tuhan yang tidak lagi muda tetapi tetap semangat melayani. Bahkan ketika selesai makan malam ada seorang ibu yang datang untuk konseling. Dan akhirnya terjadi pemulihan.

Pagi-pagi sekali sudah ada yang bangun dan ada juga yang masih tidur lelap. Sebagian lagi mempersiapkan diri untuk bersiap-siap kembali ke Jakarta. Ada rasa rindu untuk datang lagi ke Lampung sekalipun tempatnya cukup jauh masuk ke pedalaman, tetapi itu bukan merupakan penghalang yang berarti. Bahkan Bp. IGN Sastra mencanangkan suatu program selanjutnya, dalam hal ini program pengobatan cuma-cuma yang diusahakan bisa kerja sama dengan produsen obat.

Akhirnya team KKR dibawah bendera Galilea Ministry, kembali menelusuri jalan-jalan berliku dan cukup terjal untuk kembali ke Jakarta, di iringi gembala sidang Bp. Pdt. Hadi yang menggunakan motor, yang mengantar sampai mendekati Bakaheuni. Sempat juga mampir ke tempat pembuatan makanan-makanan kecil, dan juga ke monumen selamat datang di ketinggian pinggiran Bakaheuni.

Tidak lama kemudian team melanjutkan perjalanan dan segera memasuki kapal Ferry yang memang sudah menunggu, untuk segera kembali ke Jakarta, dan hampir 2 jam kemudian menepi sampai ke pelabuhan Merak, dan terus ke Jakarta.

Demikianlah perlajanan team KKR berakhir. Sebuah asa tergambar untuk segera kembali melakukan sebuah upaya mengaplikasikan kasih yang sempurna terhadap sesama sebagaimana yang Tuhan Yesus ajarkan dalam perintah-Nya yang baru dengan tidak melupakan perintah yang lama. Saat-saat indah dan penuh dengan tantangan merupakan kenangan tersendiri.

Tiada mahkota tanpa kemenangan, tiada kemenangan tanpa peperangan, dan tiada peperangan kalau tidak mau naik level,..

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: