p. Kembali ke sekolah.

Ada seorang wanita yang biasa dipanggil Sri, kawan dekat Samuel. Bahkan berulang kali Samuel menyampaikan kepada Yulia bahwa ia mencintai Sri. Yulia menyampaikan kepada Gideon tentang permasalahan ini, karena Sri 9 tahun lebih tua dari Samuel. Sri yang memang beberapa kali kerumah menjumpai Yulia, nampaknya ia juga senang dengan Samuel.
” Bagaimana sebaiknya sikap kita, pah,.. ” tanya Yulia pada suaminya.
” Serahkan segala sesuatunya kepada Tuhan saja ” jawab Gideon
” Maksud saya hubungan antara Samuel dan Sri yaitu wanita yang usianya jauh
lebih tua ” Yulia menegaskan.
” Apakah mereka sudah jadian ? ”
” Kelihatannya begitu ”
” Kita lihat perkembangan selanjutnya, jangan terburu-buru mengambil
kesimpulan, bukankah kita juga harus lihat buah-buah rohnya ?,… disamping
itu juga perlu kita lihat, ada apa dibalik itu semua ” Gideon mencoba
menjelaskan pada istrinya.

Perbincangan perihal Samuel dan Sri menjadi lebih sering dilakukan Gideon dan istrinya, mengingat mereka lebih sering bertemu dan membuat janji.
” Bawa dalam doa terus,.. biarlah Tuhan sendiri yang menegur kalau memang
Samuel keluar dari jalan Tuhan ” kata Gideon pada Yulia suatu hari.
” Iya,.. ” jawab Yulia pasrah.

Dan,.. suatu ketika akhirnya Tuhan singkapkan keganjilan yang terjadi pada hubungan antara Samuel dan Sri. Waktu itu Gideon pulang dari bekerja, kemudian membersihkan diri dan membuka mebah untuk berdoa bersama-sama dengan keluarga. Dalam pujian, penyembahan dan berdoa, ketika itulah Samuel manisfestasi.
” Ha,.. ha,.. kalian begitu bodoh,.. ha, ha, ha,…. ” dari mulut Samuel keluar kata-
kata yang tidak enak di dengar ditelinga.
” Siapa kamu,….. ” kata Gideon tenang.
” Masa kamu tidak kenal aku,.. ? ” jawab suara dari mulut Samuel.
” Karena saya tidak tahu maka saya bertanya ! ” kilah Gideon tetap tenang.
” Pangeran cinta,.. ya akulah pangeran cinta,.. ha, ha, ha,……., dan sudah lama saya tinggal pada tubuh anakmu yang gendut ini,…. dan,… mau tahu mengapa anak ini menyukai Sri,… karena di dalam diri Sri ada roh istriku,… ya,… roh istriku yang bernama hawa nafsu,… ada ditubuh perempuan yang bernama Sri,.. maka kalian jangan heran mengapa anak ini mau berpacaran dengan orang yang usianya jauh lebih tua karena aku dan istriku yang membuat ulah ini semua,… ha,… ha,…ha,… ternyata kalian semua kurang peka, mudah di tipu,.. payah,…. kaliah payah,… ”
” Dengarkan saya,.!.. ” potong Gideon tiba-tiba,.. lalu melanjutkan,.. ” Apakah kamu sudah minta ijin pada Tuhan, ketika akan memasuki tubuh anak ini ? ”
” Tentu saja sudah,.. mana berani saya masuk kedalam tubuh anak ini kalau
tidak di ijinkan Tuhanmu ”,… jawab suara dari mulut Samuel.
” Apa tujuanmu memasuki anak ini ” kembali Gideon bertanya.
” Aku diminta Tuhanmu untuk mengujimu, menguji kalian semua, apakah memiliki kepekaan atau tidak,… dan ternyata setelah berhari-hari,.. baru malam ini kalian mengetahui keberadaanku, itupun karena aku sudah tidak betah tinggal ditengah-tengah keluarga disini, tidak tahan lagi aku berlama-lama disini, karena disini sering sekali diadakan doa, puji-pujian dan penyembahan ” suara dari mulut Samuel mencoba menjawab pertanyaan Godeon.
” Sampai berapa lama kamu akan menempati tubuh anak ini ” Gideon kembali
bertanya.
” Dari kemarin saya sudah tidak betah, sudah mau keluar, tetapi tidak di ijinkan Tuhanmu, tetapi sekarang Tuhanmu sudah ijinkan aku keluar karena kalian sudah mengetahui keberadaanku, usir aku segera dengan minyak urapan maka aku akan segera pergi.,, ” semakin parau suara dari mulut Samuel, tetapi tetap jelas terdengar.
” Belum selesai saya berbicara,.. ” Gideon menahan agar jangan pergi sebelum
pertanyaan-pertanyaannya dijawab.
” Apalagi yang kamu ingin tahu tentang aku ”
” Apa hubunganmu dengan Nyai Roro Kidul ”
” Aku anaknya ”
” Sekarang,…. saatnya kamu bertobat,.. sebelum waktu kemurahan tertutup ”
” Aku ?,… aku kamu suruh bertobat ?,… Mana bisa setan bertobat !,.. ”
” Jangan keraskan hatimu,… buatlah sejarah baru, bahwa setanpun mau
bertobat,… ”
” Sudah cukup, segera usir saya dengan minyak urapan, saya tidak tahan lagi ”

Kali ini Gideon melakukan penengkingan dengan doa dan minyak urapan, maka tubuh Samuel yang semula nampak begitu kuat, arogan dan selalu angkat muka,… segera lunglai, dan tidak berdaya. Sebentar kemudian roboh ke lantai,.. Keadaan menjadi sunyi,… tenang,… dan damai,… . Sesaat kemudian Samuel membuka mata dan mencoba duduk. Sedikit-demi sedikit ia bisa duduk dengan baik,… sebentar-sebentar memperbaiki cara duduknya dan beberapa kali menyeka matanya.
” Ada dimana ini ? ” kata Samuel perlahan.
” Di rumah,.. ”

Malam itu terjadi perbincangan diseputar Sri,… dan ternyata Samuel tidak lagi mengenal siapa Sri dan kaitannya dengan dirinya.

Sementara itu waktu terus berjalan. Hari-hari dipenuhi dengan pergumulan-demi pergumulan yang sarat dengan langkah iman, khususnya bagi Yulia dan juga suaminya. Hal yang demikian sering mereka diskusikan menjelang istirahat tidur atau pada saat memungkinkan mereka untuk berbicara berdua dan terkadang dengan anaknya yang lain.

Pada peristiwa yang lain waktu itu Minggu pagi, Obaja datang kepada ayahnya dan mengatakan, : ” Hari ini saya tidak bisa bersama-sama papa pergi ke gereja ”
” Ada sesuatu ? ” Gideon bertanya.
” Tuhan memanggil roh saya ” jawab Obaja sungguh-sungguh.
” Pagi ini ? ”
” Sebentar lagi ”
” Sampaikan salam papa pada Tuhan, katakan papa kangen, kangen sekali ”
” Itu saja ? ” Obaja menjawab sambil tersenyum. Dan ayahnya hanya
mengangguk kecil sambil tersenyum.

Siang harinya ketika Gideon pulang dari gereja, ia masih dapati anaknya belum bersama-sama dengan rohnya. Tetapi tidak lama kemudian rohnya kembali kedalam tubuh dan jiwanya. Dan seperti biasa Gideon segera mengorek oleh-oleh dari Tuhan.
” Ada kabar apa dengan Tuhan ” kata Gideon membuka percakapan.
” Baik-baik saja ”
” Salam papa tidak lupa kamu sampaikan ? ”
” Enggak, dan Tuhan bilang salam papa diterima dan salam kembali ”
” Terima kasih,.. dan juga kamu sampaikan bahwa papa kangen sekali sama
Tuhan ? ”
” Iya,.. dan Tuhan juga bilang bahwa Tuhan juga kangen ”
” Tuhan kangen sekali anggak ? ”
” Nggak tuh,.. karena tiap hari melihat papa,.. kalau papa kan tidak bisa melihat
Tuhan ”,..
” Ya,.. syukurlah. Terus mengapa Tuhan memanggil kamu ? ” kali ini Gideon
ingin tahu lebih banyak.
” Mengenai sekolahku,.. pada dasarnya Tuhan mengijinkan saya sekolah kembali dan tidak akan setengah-setengah. Terus mengenai keadaan dimana kadang-kadang rohku dipanggil Tuhan, Tuhan memberikan waktu apakah pada Sabtu malam dan pulangnya Senin pagi atau pada waktu yang lain. Saya berfikir kalau Sabtu malam sampai Senin pagi, saya kegerejanya kapan, akhirnya saya mengajukan permohonan agar Minggu bisa ke gereja, kalau Tuhan mau angkat rohku biar pas malam hari saja, dan pagi sampai sore bisa beraktivitas seperti biasa. Dan Tuhan setuju dengan usulan saya ”
” Bagaimana proses pengangkatan rohmu sekarang ini, apakah dengan cara pengujian terlebih dahulu ? ”
” Kalau dahulu, waktu baru-baru,.. memang proses pengujian itu sangat perlu agar tidak menjadi korban tipu daya kuasa kegelapan, tetapi sekarang hal itu tidak diperlukan lagi. Sekarang ini kalau Tuhan mau angkat roh saya, tiba-tiba saja roh saya sudah berpindah tempat, tiba-tiba sudah ada di tempat dimana saya biasa bertemu dengan Tuhan, ditempat yang sangat indah atau terkadang-kadang ditaman. Seperti pada waktu tadi pagi, Tuhan mengatakan bahwa sebentar lagi roh saya akan diangkat. Kemudian saya katakan pada Tuhan bahwa saya akan ketempat tidur. Ternyata Tuhan menegur saya dengan mengatakan, mengapa harus selalu dalam kondisi tidur ?. Akhirnya saya menjadi mengerti bahwa Tuhan kuasa mengangkat roh saya dalam kondisi apapun, tidak harus melalui proses tidur. Dan benar, dalam kondisi saya berdiri, tiba-tiba roh saya sudah ada di sebuah taman yang sangat indah dan Tuhan sudah menunggu ”
” Sempat jalan-jalan di taman ? ”
” Kalau tadi sih enggak,.. langsung pulang ”
” Selama ini kan kamu yang selalu dipanggil untuk menghadap Tuhan, pernah
nggak kamu yang minta diangkat Tuhan ”
” Pernah,.. sewaktu saya mau bertanya tentang sekolah saya, saya minta roh
saya diangkat Tuhan, dan Tuhan meluluskan permohonan saya ”

Demikianlah perbincangan antara ayah dan anak. Suatu perbincangan yang unik, dan sekaligus penuh misteri. Sulit dicerna pikiran sehat, akal sehat dan secara manusiawi sangat sulit dimengerti, tetapi ketika Tuhan membukakan jalan pikiran seseorang, memberikan hikmat maka ia akan bisa mengerti bahkan selalu ingin tahu bagaimana proses selanjutnya.

Siapakah yang bisa menyelami hati Tuhan ?,..
Simak terus…

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: