t. Buah ketaatan,..

Kembali Gideon merenungkan peristiwa demi peristiwa. Ia takut salah dihadapan Tuhan, Ia takut mendukakan Tuhan, Ia takut kalau-kalau sikapnya salah dihadapan Tuhan. Akhirnya ia ingat siapakah Wilbert, milik siapakah Wilbert, dan untuk apa Wilbert ada. Akhirnya ia serahkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Ia percaya Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untuk Wilbert. Dalam suatu percakapan Wilbert mengadu pada Tuhan atas apa yang dialaminya.
” Tuhan, bukankah Engkau yang mengijinkan saya untuk meneruskan sekolah, mengapa Engkau meminta saya berhenti dari sekolah ? ”
” Kalau engkau meneruskan sekolahmu, dan kemudian menjadi pintar secara duniawi, engkau tidak lagi mengandalkan Aku, engkau akan mengandalkan dirimu sendiri, kepintaranmu sendiri. ”
” O, begitu ya Tuhan, ,.. tetapi bukankah belum tentu saya seperti itu ? ”
” Wilbert,.. kamu tahu arti sebuah ketaatan ? ”
” Ya. Tuhan,.. saya mau taat, sekarang apa yang harus saya lakukan Tuhan ? ”
” Ingat janji-Ku, berapa usiamu sekarang ? ”
” Hampir 17 tahun Tuhan ”
” Sewaktu kamu usia 17 tahun,.. saat itu kamu sudah keliling penginjilan kemana-mana, dan saat ini kamu akan Aku didik kembali untuk penginjilan ”.
” Saya mau taat Tuhan ”

Itulah pergumulan Wilbert. Dan janji Tuhan sedikit-demi sedikit Tuhan genapi. Memori Wilbert ketika mengalami adikodrati mulai Tuhan buka kembali mulai sedikit. Wilbert mulai ingat ketika rohnya dibawa ke sorga, bergaul dengan para malaikat. Ia ingat juga ketika rohnya dibawa Tuhan ke neraka.

Suatu ketika Wilbert disuruh Tuhan untuk menaiki kendaraan umum, K02.
” Ada apa Tuhan saya disuruh naik kendaraan ini, dan turun dimana ? ” tanya Wilbert.
” Ikuti perintah-Ku ”
” Ya Tuhan, saya mau taat ”
Saat itu kendaraan umum yang dinaiki Wilbert sampai di Jembatan Kemang Pratama, kemudian Tuhan perintahkan Wilbert turun.
” Nanti kamu akan bertemu dengan seorang anak yang menangis bingung karena disuruh ibunya membeli obat tetapi uangnya tidak cukup, tugasmu adalah menolong dia, dan berikan uang yang ada padamu ”
” Ya Tuhan ” jawab Wilbert.

Tidak lama kemudian ia melihat seorang anak yang menyeberang jalan sambil menangis.
” Kamu kenapa dik menangis ? ” sapa Wilbert ketika anak itu sudah dekat dengannya.
” Ibu sakit, saya disuruh membeli obat,.. tetapi uangnya tidak cukup,.. ” kata anak itu disela-sela tangisnya.
” Ini dik ada uang, ambillah ” kata Wilbert sambil memberikan uang yang ada padanya.
Semula anak itu menolak, tetapi akhirnya mau menerima.
Setelah itu Wilbert berdiri di pinggir jalan sambil berguman, ” Tuhan, uangku habis, apakah saya pulang dengan jalan kaki ? ” tanya Wilbert dalam hati.
” Kamu tidak akan jalan kaki, tunggu sebentar lagi ” jawab Tuhan.
Tidak lama kemudian sepeda motor lewat didepannya perlahan dan kemudian berhenti, ternyata kawan SMP nya.
” Wilbert mengapa berdiri disitu, ayo pulang sama-sama ” kata kawannya.
” Oke ” jawab Wilbert sambil menghampiri kawannya.

Suatu ketika dia diperintahkan Tuhan untuk datang pada suatu tempat yang belum pernah ia datangi. Dengan kendaraan apa, turun dimana, belok ke kanan atau kekiri, termasuk rumah yang mana yang akan ia ketuk, semuanya dikomando oleh Tuhan. Ternyata rumah yang ia tuju adalah rumah kawan sekolah ketika sama-sama SD. Kawan SD nya dari agama Islam juga kedua orang tuanya. Kemudian terjadi perbincangan yang cukup hangat sampai akhirnya kawannya menjadi tertarik dengan pengajaran agama Kristen.

Berulang kali Wilbert mengadakan kunjungan kepada kawan SD nya, sampai akhirnya bersedia ketika diajak ke gereja, dan akhirnya mengalami baptis selam bahkan rutin ke gereja. Orang tuanya selama ini tidak tahu kalau anaknya mempelajari agama Kristen melalui Wilbert. Peristiwa selanjutnya adalah terbongkarnya peristiwa baptis selam anaknya karena kedapatan Surat Baptis pada anaknya. Kedua orang tuanya marah besar, sampai anaknya pergi dari rumah. Ia menghubungi Wilbert dan memberitahu apa yang terjadi pada dirinya. Kemudian Wilbert bertanya pada Tuhan bagaimana cara mengatasi masalah ini.
” Bagaimana ini Tuhan,.. temanku sudah diketahui oleh orang tuanya bahwa ia mengikut Engkau, ia ketahuan sudah baptis selam ?. ”
” Jelaskan sebenarnya kepada kedua orang tuanya ” jawab Tuhan.
” Kalau orang tuanya marah bagaimana Tuhan ? ”
” Aku akan memberikan roh pengertian kepada mereka ”

Wilbert kemudian menghubungi kawannya untuk bersama-sama menemui orang tuanya. Setelah bertemu Wilbert memberikan kesaksian kepada kedua orang tua kawannya. Akhirnya kedua orang tuanya mau mengerti keadaan anaknya, dan mengijinkan anaknya tetap tinggal dirumah.

Pada suatu tengah malam kamar Gideon diketuk. Dengan mata mengantuk berat Gideon membuka pintu kamar. Wilbert sudah ada di depan pintu.
” Papah pinjam motor ” kata Wilbert lirih.
” Mau ke ? ” tanya ayahnya.
” Rumah Dicky ”
” Ada sesuatu yang mendesak ? ” kembali ayahnya bertanya.
” Ibunya Dicky ada masalah ” jawab Wilbert sambil menerima kunci motor dan STNK.
” Hati-hati di jalan ”
” Ya pah ”.

Pagi-pagi sekali ketika Gideon selesai mandi dan dalam persiapan doa pagi, Wilbert kembali pulang, dan langsung bergabung untuk doa pagi. Setelah doa pagi, Wilbert sampaikan apa yang terjadi di rumah Dicky.
“ Ibunya mengalami sakit kepala yang luar biasa, sampai terguling-guling karena begitu sakitnya. “ Wilbert memulai percakapan.
“ Apa yang kamu lihat waktu kamu datang ? “ Gideon bertanya
“ Dicky berusaha berdoa dengan cara Kristen untuk menengking rasa sakit, tetapi sakitnya tidak sembuh juga makanya meminta Wilbert datang “
“ Apa yang kemudian kamu lakukan ? ”
” Komunikasi dengan Tuhan, apa yang harus ku lakukan ”
” Kemudian ? ”
” Tuhan ijinkan hal itu terjadi agar ibunya Dicky bisa mengalami mujizat, agar ia tahu bahwa ada kuasa yang bisa menyembuhkan sakit kepalanya, agar nama Tuhan Yesus dipermuliakan di keluarga itu ” , Wilbert berhentui sejenak, kemudian melanjutkan : ” Kemudian saya berdoa kepada Tuhan, mengolesi yang sakit dengan minyak urapan, dan menengking roh sakit penyakit di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Akhirnya ibunya Dicky tertidur, ia tidur dengan tenang sampai pagi hari ”

Beberapa hari kemudian Wilbert mengunjungi Dicky kembali. Mengadakan perbincangan dengan keluarganya. Tanpa di duga ibunya Dicky berkata kepada Wilbert.
” Wilbert, tante perlu uang. Bisa nggak meminjamkan uang sebesar dua ratus ribu ”
” Uang memang ada tante, tetapi untuk pelayanan, untuk penginjilan ” jawab Wilbert.
” Tetapi tante perlu sekali ”
” Nanti ya tante Wilbert pikirkan dulu ”.
Kemudian Wilbert bertanya pada Tuhan, katanya : ” Tuhan tante ini mau pinjam uang, dikasih nggak Tuhan ? ”.
Tuhan menjawab : ” Berikan ”
” Tetapi uang ini untuk pelayanan Tuhan ” jawab Wilbert
” Taat saja ”
Wilbert masuk dalam pergumulan antara memberikan atau tidak, yang ternyata ia tidak bisa berikan sejumlah uang pada ibunya Dicky. Ia katakan kepada ibunya Dicky, bahwa ia tidak bisa memberikan pinjaman. Kemudian Wilbert pulang diantar oleh Dicky kawannya menggunakan motor. Ditengah perjalanan, ia ditegur Tuhan. ” Wilbert mengapa kamu tidak taat pada-Ku ?” . Wilbert terkejut, kemudian segera menjawab, : ” Ya Tuhan saya mau taat ”. Kemudian ia meminta Dicky untuk kembali kerumah Dicky. Sesampai di rumah Dicky ia berikan sejumlah uang yang diperlukan kepada ibunya Dicky. Setelah itu Wilbert kembali pulang dengan hati yang gundah.
” Tuhan,.. saya tadi tidak taat pada-Mu, apakah saya akan mendapatkan hukuman ? ” Wilbert bertanya dengan pasrah.
” Lihat saja nanti ” jawab Tuhan.

Pagi harinya, baru Wilbert merasakan tenggorokannya mulai sakit, dan ia tahu mengapa ia rasakan seperti itu.

Tidak biasanya Wilbert ikut papanya ketika akan bekerja, tetapi beberapa hari ini ia disuruh Tuhan untuk ikut papanya. Berhenti di bilangan Perumahan Galaxy. Ketika ia turun ia melihat seorang ibu yang sedang berjalan menuju sebuah rumah.
” Ikuti ibu itu ” perintah Tuhan.
” Ya Tuhan ” jawab Wilbert.

Kemudian Wilbert mengikuti ibu itu yang ternyata menuju sebuah rumah dimana sudah ada beberapa orang yang menunggu.
” Apa yang harus saya lakukan Tuhan ” tanya Wilbert sambil terus mendekati mereka.
” Terus dekati mereka ”
Kemudian Wilbert mendekati mereka dan bertanya :
” Apakah bapak-bapak dan ibu-ibu mau persekutuan doa ? ” tanya Wilbert.
” Iya benar,.. kok kamu tahu ? ” jawab seorang ibu.
” Tuhan memberitahu saya ” jawab Wilbert apa adanya.
” Oh, begitu. Mari ikut kami ” kembali ibu tadi memberikan jawaban sambil mengajak Wilbert ikut bersama mereka.

Wilbert akhirnya ikut dengan mereka dengan kendaraan yang akan membawa mereka ke suatu tempat di Jakarta. Demikianlah Wilbert mengikuti persekutuan doa sampai selesai. Pada akhir pertemuan seorang ibu bertanya pada Wilbert.
” Tahukah kamu mengapa aku mengajak kamu ikut bersama dengan kami, sedangkan kami tidak tahu siapakah kamu, dari mana asalmu, dan apa maksudmu mengikutiku tadi pagi ”.
” Saya tidak tahu mengapa ” jawab Wilbert apa adanya.
” Tuhan yang memberitahu saya ” jawab ibu tadi, kemudian kembali ia berkata : ” datanglah kerumahku ! ”
” Saya tidak tahu rumah ibu ” jawab Wilbert polos.
” Kalau kamu benar-benar dari Tuhan, kamu pasti akan tahu rumahku tanpa aku beritahu alamat rumahku ” jawab si ibu terus terang.
” Iya bu ” jawab Wilbert.

Sore itu Wilbert mengisahkan perjalanan hari itu pada papanya.

Rabu 29 Oktober 2008 kembali Wilbert ikut papanya berangkat pagi-pagi. Seperti sehari sebelumnya Wilbert berhenti di Perumahan Galaxy seperti yang Tuhan perintahkan. Setelah turun ia bertanya pada Tuhan : ” Yang mana rumahnya Tuhan ? ”
” Kamu cari yang rumahnya warna hijau ” jawab Tuhan.
Kemudian Wilbert berjalan mencari rumah disekitar ia berdiri. Ia menemukan 2 rumah yang berwarna hijau. “ Yang mana Tuhan, ada dua yang berwana hijau “ tanya Wilbert
“ Yang pagarnya warna biru “ jawab Tuhan.
Kemudian Wilbert mendekati rumah yang dimaksud, setelah sampai di depan pintu lantas memberi salam.
“ Syaloom “… kata Wilbert.
“ Hai Wilbert “ jawab seorang ibu yang ternyata ibu Rosa sambil berteriak.

Kemudian Wilbert masuk ke rumah ibu Rosa. Saling sapa, saling shering, dan saling bertanya. Ibu Rosa juga menjelaskan bahwa ia bisa berkomunikasi langsung dengan Tuhan dan juga mendapat jawaban langsung dari Tuhan.
” Mulai kapan kamu bisa berbicara dengan Tuhan ? ” tanya ibu Rosa kepada Wilbert.
Wilbert menjelaskan proses bagaimana akhirnya ia mendapatkan karunia itu.
” Kalau ibu mulai kapan bisa berbicara dengan Tuhan ” Wilbert balik bertanya.
Ibu Rosa mengisahkan peristiwa ketika suaminya sakit parah. Ia mendapatkan karunia itu, Tuhan menjelaskan bahwa keadaan suaminya adalah akibat keluarga itu hidup tidak menyenangkan hati Tuhan. Keluarga itu akan dipulihkan apabila mereka hidup dalam pertobatan.

Ibu Rosa selanjutnya banyak mengajukan pertanyaan sekaligus menguji apakah Wilbert benar-benar dari Tuhan, misalnya ketika ia bertanya dimana anaknya sekolah. Dalam hal menjawab tentu Wilbert berserah penuh kepada Tuhan. Dan Tuhan memang yang menjelaskan apa yang ditanyakan ibu Rosa. Apa yang di tanyakan ibu Rosa, dijawab Wilbert dengan tepat bahkan memberikan penjelasan lebih detail dari apa yang ditanyakan ibu Rosa.

” Wilbert mau nggak bergabung dengan persekutuan doa kami “ ibu Rosa bertanya.
“ Bagaimana Tuhan saja “ jawab Wilbert.
” Mengapa kamu kemarin tidak makan bersama-sama dengan kami ” kembali ibu Rosa bertanya.
Kemudian Wilbert menjelaskan mengapa ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.
” Waktu kemarin saya bertanya pada Tuhan mengapa anak muda ini tidak mau makan bersama-sama dengan kami, Tuhanlah yang menjelaskan mengapa Wilbert tidak makan daging B1 maupun B2, dan akhirnya saya bisa mengerti. Dan sekarang saya tidak akan makan lagi B1 maupun B2 ” Ibu Rosa menjelaskan kepada Wilbert.

Hari-hari berikutnya Wilbert datang ke rumah ibu Rosa, lagi-lagi karena perintah Tuhan. Pernah ia membawa adiknya yaitu Ragil terkadang ia datang sendiri. Aktivitasnya adalah shering – shering demikian ia katakan ketika ayahnya mengadakan perbincangan.
” Ada tugas khusus dari Tuhan untuk ibu Rosa ? ” Gideon bertanya pada suatu malam.
” Ada, yaitu untuk memberikan kesaksian kepada ibu Rosa, dengan tujuan untuk menguatkan agar ia tidak bimbang dan ragu, agar tidak khawatir lagi akan hidupnya, agar ia semakin memiliki iman yang kuat ” Wilbert menjelaskan.
” Ibu Rosa pernah bertanya mengenai sekolahmu ? ” Gideon kembali bertanya.
” Sampai saat ini tidak, Ibu Rosa lebih sering bertanya bagaimana proses ketika Wilbert di proses Tuhan dan kemudian mendapat karunia dari Tuhan ”

Pada kesempatan lain ketika Wilbert datang ke rumah ibu Rosa, di rumah ibu Rosa sudah ada kawan ibu Rosa yang juga seorang ibu.
” Siapa anak muda ini ? ” kata wanita itu kepada ibu Rosa.
” Saya tidak tahu siapa dia, datangnya dari mana, tinggal dimana, tetapi yang saya tahu dia diutus Tuhan untuk datang kesini ” jawab ibu Rosa santai.
Kemudian terjadilah perbincangan yang cukup menyenangkan, terjadi tukar pikiran, shering-shering saling berbagi pendapat, dan juga lontaran-lontaran pertanyaan yang berkisar tentang dunia kerokhanian.

” Wilbert sekolah dimana ? ” tiba-tiba wanita itu bertanya kepada Wilbert.
Pertanyaan yang biasa dilontarkan orang ketika baru mengenal Wilbert, tetapi sebelum Wilbert memberikan penjelasan, ibu Rosa memberikan komentar terlebih dahulu.
” Anak muda ini semula adalah seorang pelajar, artinya sekolah seperti anak-anak sebayanya. Beberapa kali diminta Tuhan untuk berhenti sekolah. Wilbert taat, kemudian diijinkan sekolah lagi, dan yang terakhir diperintahkan Tuhan untuk berhenti sekolah, dan Wilbert taat pada perintah Tuhan.
Ada yang mengherankan Wilbert pada mulanya, karena ia belum pernah bercerita kepada ibu Rosa mengenai sekolahnya, tetapi mengapa ia bisa menjelaskan kepada orang lain perihal keadaan dirinya ?. Tetapi kemudian ia mengerti bahwa ibu Rosa juga bisa berkomunikasi dengan Tuhan. Bukankah ibu Rosa bisa mengetahui mengenai diri Wilbert dari Tuhan ?.

Malam itu menjelang tengah malam Wilbert diminta Tuhan datang ke rumah Dicky. Papanya sudah tidur. ” Perlukah saya membangunkan papa untuk minta ijin ? ” Wilbert bertanya.
” Papamu sedang istirahat,.. biar saja, tidak usah diganggu ” jawab Tuhan.
Malam itu Wilbert membawa motor ke rumah Dicky. Ternyata memang kedatangannya sudah ditunggu ibunya Dicky yang saat itu sedang sakit kepala luar biasa.
” Saya sudah berdoa agar mama saya sembuh, tetapi tidak sembuh-sembuh juga ” kata Dicky perlahan, kemudian ia kembali berkata : ” Saya tidak punya minyak urapan ”.
” Ambil minyak sayur yang belum dipakai ” kata Wilbert kemudian.
Lalu Dicky mengambil minyak sayur di dapur, Wilbert mengambil sebagian kemudian ia berdoa menguduskan minyak tersebut yang akan digunakan sebagai minyak untuk mengoles ibunya Dicky. Segera dioleskan pada ibunya Dicky sambil ia berdoa, memohon kepada Tuhan agar sakit ibunya Dicky disembuhkan. Tidak lama kemudian sakitnya berkurang bahkan akhirnya sembuh.
” Kok pakai minyak sayur bisa ya Wil,.. ? kata Dicky terheran-heran.
” Bukan hanya minyak sayur,.. kalau perlu dengan air bisa juga, yang penting imannya ” Wilbert mencoba menjelaskan.

Malam berikutnya, tepatnya Selasa 11 Nopember 2008 kurang lebih pukul 23.00. Gideon dan Yulia serta Stevanie sudah berada di kamar untuk istirahat. Pintu ada yang mengetuk perlahan, sambil memanggil papah, perlahan. Gideon mengenal siapa yang memanggilnya, kemudian membuka pintu perlahan. Wilbert ada didepan pintu kamar yang kemudian berkata. “ Pinjam motor pah, “
” Mau ke mana ? ” tanya ayahnya perlahan.
” Nggak tahu, tetapi disuruh Tuhan jalan dengan motor ” jawab Wilbert serius.
” Ya,. hati-hati di jalan ” kata Gideon sambil mengambil STNK motor dari dompet.
” Sama uang sebesar lima belas ribu pah,.. ” sambung Wilbert.
Gideon segera menyerahkan SYNK berikut uang lima belas ribu rupiah.
Ketika pagi hari menjelang doa pagi Wilbert baru pulang. Ia kisahkan perjalanannya malam tadi.
” Tuhan meminta saya ke rumah bu Rosa ” kata Wilbert perlahan.
” Waktu tengah malam ? ” tanya Gideon.
” Iya, benar dan waktu saya sampai ke rumah ibu Rosa mereka yaitu ibu Rosa dan ketiga anaknya sedang persiapan doa malam ” Wilbert menjelaskan.
” Kemudian ? ”
” Setelah berdoa ya kemudian diisi dengan pertanyaan – pertanyaan diantara mereka, khususnya anak-anak ibu Rosa yang menanyakan siapakah anak muda ini, yang malam-malam begini bertamu ke rumah mereka. Ibunya menjelaskan kepada mereka siapakah Wilbert ini, dan kepada Wilbert ibu Rosa bertanya, ” Ada misi apa kamu datang kerumah tante malam ini ? ”
Wilbert menjawab : ” Sampai saat ini saya belum tahun apa maksud tujuan saya kesini, tetapi akan ada saatnya Tuhan beritahu saya dibalik ini semua ” .
Lewat pukul 03.00 Wilbert mohon diri pulang. Sampai diperjalanan Tuhan berbicara kepada Wilbert, kata-Nya : “ Di dalam perjalanan kamu akan bertemu dengan seorang pengemis, berikan dia uang “.
Wilbert menjawab, “ berapa Tuhan ? “
“ Semua yang ada padamu “ jawab Tuhan.
“ Semua Tuhan ? “ Wilbert bertanya untuk meyakinkan.
“ Ya, Tuhan “ jawab Tuhan tidak berubah.
” Untuk pelayanan selanjutnya bagaimana Tuhan ? ” Wilbert masih mencoba bertanya.
” Aku yang menyiapkan ” jawab Tuhan

Dalam perjalanan yang melewati perumahan dengan pagar tembok yang tinggi di sisi kanan dan di sisi kiri, benar Wilbert menjumpai seorang pengemis yang sedang berjalan gontai di tengah jalan. Wilbert segera memperlambat kecepatan motornya, dan kemudian berhenti persis di depan pengemis yang sedang berjalan.
” Mau enggak saya kasih uang ? ” kata Wilbert kepada pengemis itu.
” Aduh terimakasih banyak saya memang sedang mencari uang untuk makan ” kata pengemis itu. Seperti pesan Tuhan, Wilbert memberikan seluruh uang yang ada padanya.
Setelah uang diberikan Wilbert segera menjalankan motornya, akan tetapi ia menjadi heran ketika ia tidak tahu kemana pengemis itu berjalan dan pergi. Melalui kaca spion ia tidak melihat siapa-siapa, kecuali keheningan malam disela tembok di kanan dan dikiri jalan.

” Apa kegiatanmu hari ini ? ” Gideon bertanya pada Wilbert pada suatu sore.
” Ke rumah Dicky ”
” Ada perkembangan baru ? ”
” Bapaknya Dicky ke dukun menanyakan yang menjadi penyebab sakit istrinya ”
” Jawab si dukun ? ”
” Gara-gara ada anak muda yang sering datang kerumah ”
” Maksudnya adalah kamu ? ”
” Ya,.. dan dia meminta agar aku tidak lagi datang ke rumahnya ”
” Langkah yang kamu lakukan kemudian ? ”
” Saya bertanya Tuhan apa yang sebaiknya aku lakukan ”
” Jawab Tuhan ”
” Ikuti kemauan ayahnya Dicky ”

Percakapan yang demikian sering Gideon lakukan terhadap anak-anaknya termasuk Wilbert, selain untuk menjalin komunikasi antara ayah dan anak sekaligus untuk mengetahui apa yang mereka lakukan pada waktu – waktu tertentu. Dampaknya ternyata positip artinya terjadi hubungan harmonis antar keluarga, satu dengan yang lain merasa adanya ikatan keluarga yang saling membutuhkan, saling memperhatikan tanpa merasa dikendalikan.

Ikuti terus,.. kisah ini,..
Tuhan Yesus memberkati,..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: