a. “Panggilan” Tuhan !,..

Suatu ketika selepas doa bersama Gideon menyampaikan pada Wilbert, agar bertanya pada Tuhan mengenai panggilan tugas pelayanan untuk dirinya. Hal ini Gideon lakukan sebagai langkah konfirmasi. Apakah seiring dengan nubuatan hamba Tuhan beberapa waktu yang lampau ? Atau ada pergeseran ? Atau bahkan terjadi perubahan.
” Papah dipanggil untuk menjadi penginjil dan juga diberikan tugas kenabian ”

Dalam suatu perjalanan Gideon merenungkan hal ini dengan serius. Bahkan disela-sela mengetik buku ” Kehidupan Sorga ” yang ditulis tangan oleh Teresia, ia teringat akan tugas panggilan pelayanan ini, tetapi kemudian ia memiliki keinginan yang kuat agar Tuhan sendiri yang memberikan tugas panggilan ini secara langsung. Ia percaya Tuhan bisa lakukan itu apapun caranya.

Waktu hampir pukul 02.00 pagi Gideon mempersiapkan beberapa kursi untuk istirahat. Tidak lama kemudian ia masuk ke alam tidak sadar atau tidur. Ia bermimpi. Di sebuah rumah dimana ia tinggal, ia kedatangan beberapa anak muda, beberapa laki-laki dan juga perempuan. Sepertinya mereka saling mengenal dan begitu akrab satu dengan yang lain. Dalam suatu gurauan mereka ada yang sampai bergulingan di lantai sedangkan mereka berlainan jenis. Kemudian Gideon menegur mereka dengan keras. ” Kalian tidak pantas lakukan hal itu ”.

Mimpi Gideon masih berlanjut. Ia berada pada suatu tempat dipinggir kolam yang cukup luas. Ia membawa makanan ditangan, kemudian memotong makanan tersebut sebagian dan dilempar ke kolam yang airnya jernih sehingga nampak ada bebatuan di dasar kolam, ada juga nampak rongga-rongga berbatu di sisi – sisi kolam sehingga mirip seperti goa buatan. Ada juga sebagian yang airnya keruh. Ketika makanan di lempar ke dalam sisi kolam, nampak beberapa ikan mendekati makanan itu dan segera berebut memakannya. Kemudian Gideon melempar lagi potongan makanan ke bagian lain, langsung diserbu kelompok ikan yang nampak sedang berkumpul, demikian seterusnya. Ada satu ikan yang kemudian berubah menjadi wanita muda yang meminta agar makanan di lempar ke arahnya. Akhirnya Gideon terbangun. Ia renungkan apa makna mimpinya.

Waktu menunjukkan hampir pukul 04.00 Gideon merasakan bahwa mimpi yang baru saja ia alami adalah jawaban dari Tuhan, tetapi kembali ia berdoa dan memohon, ” Tuhan, sekali lagi Tuhan anak-Mu mohon peneguhan, berikan penajaman tugas panggilan pelayanan anak-Mu ini ”. Kembali Gideon merebahkan badan untuk berharap melanjutkan mimpinya. Ternyata Tuhan adalah Tuhan yang baik, Tuhan yang peduli, Tuhan memberikan mimpi lagi kepada Gideon. Demikian.

Suasana tempat dalam mimpi Gideon, cukup hiruk pikuk dengan kunjungan beberapa orang yang datang pada suatu keluarga. Mereka terdiri dari para remaja pedesaan, ada juga yang nampaknya lebih tua, ada juga dari kalangan terpelajar. Mereka juga nampak dari beberapa suku. Ada juga kumpulan anak-anak kecil yang asik dengan permainan masing-masing. Kemudian Gideon melihat beberapa tamu merokok, Gideon merasa terganggu dengan ulah para tamu yang dengan tenangnya merokok diantara anak-anak yang lalu lalang. Gideon mendatangi mereka yang merokok satu demi satu. Ia berkata, ” tolong jangan merokok di tempat ini,.. kalau mau merokok silahkan keluar ruangan ini, disini banyak anak-anak yang tidak tahan dengan asap rokok. Satu demi satu mereka mematikan rokok mereka.
” Ada keperluan apa bapak-bapak datang ke tempat kami ? ” sapa Gideon kepada para tamunya.
” Kami mau mengadakan tanya jawab, ada beberapa hal yang akan kami tanyakan kepada bapak ” salah satu dari mereka menjawab.
” Oh begitu, kalau begitu tunggu sebentar ” jawab Gideon yang menyadari bahwa dirinya belum membersihkan diri dan masih menggunakan celana pendek.

Gideon bergegas ke belakang, ke kamar mandi dan menggunakan pakaian sepantasnya menerima tamu. Ketika keluar akan menjumpai tamu-tamunya, ia melihat adiknya datang yaitu Hari yang sedang berjongkok di dapur.
” Ayo Har temani aku menemui para tamu ”
“ Iya mas,.. “
Gideon segera ke ruang tamu, ia melihat begitu banyak tamu-tamu yang datang, bahkan ketika membuka pintu rumah depan, ternyata di teras depan rumah sudah tertata bangku-bangku panjang beberapa baris yang juga penuh dengan para tamu.

Sampai disini Gideon bangun dari mimpi. Ia renungkan mimpi “ sambungannya “, dan ucap syukur ia ungkapkan kepada Tuhan. Ia percata bahwa mimpinya bukan sekedar mimpi, tetapi mimpi yang bermakna, mimpi yang merupakan jawaban Tuhan kepada permohonan anak-Nya
“ Terimakasih Tuhan “ berulang kali Gideon ungkapkan sekalipun dalam hati.

Sementara itu Wilbert kembali mengadakan kunjungan pada keluarga ibu Rosa maupun keluarga Dicky, dan dalam kunjungannya Tuhan tambahkan beberapa hal yang baru kepada Wilbert. Misalnya ketika ia berkunjung di rumah ibu Rosa, suami ibu Rosa yang selama ini belum dikenal Wilbert karena bertugas di luar Jawa, saat itu baru saja pulang. Ketika ia melihat Wilbert, ia bertanya kepada istrinya, siapakah Wilbert ini. Secara singkat istrinya menjelaskan kepada suaminya tentang Wilbert yang akhir-akhir ini sering mengadakan kunjungan. Kemudian terjadilah perbincangan yang hangat.

Di tengah perbincangan, suami ibu Rosa berkata bahwa punggungnya terasa sakit, pegal dan linu-linu. “ Ach,.. papah terlalu lelah bekerja “ kata istrinya, yang kemudian memijit-mijit suaminya dan mengoles dengan balsam. Di pijit berulang kali, tetapi tetap saja sakit. Saat itu Wilbert bertanya kepada Tuhan, “ mengapa dia seperti ini Tuhan ? “
” Ada yang mengikut di punggungnya ” jawab Tuhan.
” Di apakah Tuhan ” tanya Wilbert
” Olesi punggungnya dengan minyak dan tengking ”

Kemudian Wilbert menjelaskan hal itu kepada ibu Rosa, dan atas ijin mereka, Wilbert mengoleskan dengan minyak pada punggung suami ibu Rosa sambil menengking di dalam nama Tuhan Yesus. Tetapi apa yang terjadi ?. Penyakitnya tidak hilang bahkan bertambah. Dilakukan lagi,.. tetapi bahkan semakin berat. Dilakukan sekali lagi, justru bertambah berat.
” Mengapa menjadi begini Tuhan ” tanya Wilbert kepada Tuhan.
” Olesi kaki-kakinya dengan minyak dan tengking ” jawab Tuhan.
Hal itu kemudian disampaikan Wilbert pada ibu Rosa. Dan setelah dilakukan berangsur-angsur penyakit itu hilang dan akhirnya sembuh.
” Mengapa setelah kaki di olesi minyak bisa sembuh Tuhan ? ” tanya Wilbert.
” Karena roh-roh jahat juga bertumpu pada kaki, sehingga ada yang perlu dilakukan seperti tadi ” jawab Tuhan.

Itulah pengajaran baru yang Tuhan berikan pada Wilbert.
” Wilbert sepertinya datang ke rumah kita khusus untuk melayani saya ” komentar suami ibu Rosa ketika Wilbert pamit mau pulang.
” Di antar om ya ? ” suami ibu Rosa menawarkan.
” Nggak usah om ” jawab Wilbert.

Ibu Rosa memberikan sejumlah uang kepada Wilbert untuk ongkos pulang.
” Di terima atau di tolak Tuhan ” tanya Wilbert pada Tuhan.
” Jangan di terima ” jawab Tuhan. Kemudian Wilbert berkata kepada ibu Rosa, ” tidak usah tante ”
” Kenapa Wilbert ? “ tanya ibu Rosa seketika.
“ Tuhan tidak mengijinkan saya menerima “ jawab Wilbert.
“ Oh,.. begitu, ya sudah ”

Pada kesempatan berikutnya, waktu itu menjelang tengah malam pintu Gideon di ketuk. Ternyata Wilbert di depan pintu.
” Ada apa Wilbert ? ” tanya Gideon pada anaknya.
” Mau ke rumah Dicky pah, dia meminta saya ke rumah sekarang ”
” Bukankah kamu dilarang ayah Dicky datang ke rumahnya ? ” Gideon mengingatkan.
” Ibunya Dicky sakit kepala lagi, ayahnya sudah memanggil dukun, malah ibunya Dicky jadi kesurupan. Ibunya mengamuk dan rumah menjadi kacau. Dukunnya kena tendang dan sekarang ia pingsan. Ayahnya Dicky akhirnya mengijinkan anaknya memanggil Wilbert. ” Wilbert menyampaikan berita dari Dicky.
” Tetapi motor lagi dipakai kakakmu ”
” Iya, makanya saya mau naik ojek, ada nggak ongkos untuk naik ojek ”
” Oh, begitu ” Gideon tidak panjang lebar segera memberikan sejumlah uang kepada anaknya, ” hati-hati di jalan ” pesan ayahnya singkat.

Ke esokan harinya ketika Gideon doa pagi bersama, Wilbert mengetuk pintu minta dibukakan. Langsung gabung doa pagi. Setelah selesai doa pagi. Gideon meminta Wilbert menceritakan apa yang terjadi atas ibunya Dicky.
” Sampai di sana, mamanya Dicky nampak liar dan ganas, kemudian di tengking di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, ia terdiam sejenak dan akhirnya jatuh ke lantai. Kemudian saya minta agar ayah Dicky membawa istrinya ke kamar. Dukunnya masih pingsan di lantai, baru setelah agak siang dibangunkan ayahnya Dicky, dan di usir pulang. ” demikian Wilbert mengisahkan.

Hari berikutnya Wilbert mengunjungi Dicky, ia ngobrol dengan mamanya Dicky.
” Apa yang tante ingat kejadian kemarin malam tante ? ”
” Kepala tante sakit sekali,.. setelah itu tidak ingat apa-apa lagi ” jawab mamanya Dicky.
Demikian perkembangan kehidupan iman keluarga Dicky, suatu proses tengah berlangsung, satu peristiwa ke peristiwa berikutnya yang mengandung pengajaran yang luar biasa, pengajaran yang hakiki dan sangat mendasar. Pengajaran yang mengetengahkan bahwa kuasa Tuhan tidak terbatas, program Tuhan tidak terselami ciptaan-Nya. Hanya yang ada di dalam Dia yang Tuhan bukakan rahasia ini walau dari sedikit demi sedikit, karena kalau seluruhnya sekaligus, maka manusia tidak akan kuat menerimanya.

Ikuti terus,.. kisah ini,..

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: