b. Masa pengujian,..

Sementara itu perkembangan tentang Teresia masuk ke dalam titik yang mengkhawatirkan. Di awali dengan kematian papanya, imannya goncang. Sulit untuk menerima sebuah kenyataan yang demikian pahit. Ia pikir bahwa Tuhan akan menyembuhkan papanya, ia sangat berharap papanya akan sembuh. Tetapi kenyataannya adalah papanya meninggal. Ia sedih, ia kecewa dan nyaris putus asa. Hal ini terapresiasikan pada sms pada Gideon, katanya, ” stop pak, berhenti pak menulis buku saya, tidak ada gunanya lagi, papaku sudah meninggal, aku sangat kecewa ”

Demikian kecewa ia sampai mau menceraikan suaminya. Ia benci Tuhan Yesus, ia benci semua orang di sekelilingnya. Ia benci rencana Tuhan atas dirinya, ia benci pada suaminya, dan ia membenci dirinya sendiri. Ia rindu kematian, ia rindu bebas dari penderitaan, ia rindu terlepas dari belenggu yang sangat membuat ia menderita. Ia merasa sudah seperti orang gila.

Gideon ingat ketika Teresia meminta kepada Gideon dan istri serta anak-anaknya, agar ia bisa diterima sebagai bagian dari keluarganya. Gideon dan keluarga menerima dengan terbuka. Waktu itu Teresia nampak senang dan bahagia. Teresia,.. seorang keturunan Cina Kalimantan mau menjadi bagian dari keluarga Gideon, keluarga yang sederhana, yang menyadari sepenuhnya bahwa mengasihi sesama itu tidak cukup dengan mulut tetapi dengan berbuatan nyata.

” Teresia sadarkah kamu,.. kamu ini milik siapa ?, ingat kamu bukan milik kamu sendiri, kamu adalah milik Tuhan Yesus Kristus ” Gideon mengingatkan Teresia dalam telepon.
” Iya, pak, tetapi saya tidak kuat lagi, saya tidak sanggup lagi, saya mau mati saja pak ” jawab Teresia sambil menangis.
” Jangan pakai kekuatan sendiri, kamu nggak akan sanggup berjalan sendiri, minta kekuatan Tuhan ” Gideon mengingatkan.
” Sudah bapak,.. bahkan Tuhan Yesus sekarang ada di sini, di dekatku dan malahan tersenyum terus memperhatikan aku ” jawab Teresia.
” Lantas apa lagi yang menjadi kekhawatiranmu ? ”
” Saat ini saya sangat menderita pak, derita ini saya rasakan sangat berat, bahkan lebih berat dari yang sudah-sudah ”
” Beban yang Tuhan berikan, tidak akan melebihi kekuatanmu,.. jangan letakkan salibmu, minta kekuatan terus menerus kepada Tuhan agar kamu sanggup memikulnya ”
” Aku nggak tahan bapak,.. berat sekali, aku mau mati saja ”
” Ingat,.. Teresia tuduhan beberapa orang yang mengatakan bahwa kamu adalah nabi palsu,.. kalau kamu berhenti sekarang dan menyerah, berarti benar tuduhan mereka bahwa kamu memang nabi palsu ” Gideon berusaha membakar semangat.
” Itu terserah mereka, tetapi jelas bahwa memang waktu itu Tuhanlah yang mengendalikan aku sepenuhnya ” Teresia membela diri.
” Pernah menguji Tuhan yang selama ini kamu ajak bicara, dan yang beberapa kali menampakkan diri kepadamu ? ” Gideon bertanya tegas.
” Menguji bagaimana ?,.. Saya sangat yakin bahwa itu adalah kuasa Tuhan yang melingkupi saya, Roh Kudus yang menguasai saya ”
” Perhatikan 1 Yohanes 4:1,.. berbicara bahwa setiap roh yang datang harus di uji, artinya tidak salah kalau membuat pengujian bagi setiap roh yang datang ” Gideon kembali menegaskan tentang pengujian.
” Saya tidak pernah menguji pak, karena saya begitu yakin ”
” Ingat bahwa menguji tidak berdosa. Alkitab berkata bahwa akhir jaman akan muncul nabi palsu, Mesias palsu, pengajaran yang menyesatkan, nubuat palsu, penglihatan palsu, sehingga waspadalah senantiasa ”
” Iya pak, tetapi bagaimana ya pak,.. saya yakin sekali bahwa hadirat Tuhan menguasi hidup saya, menguasai saya pak,.. ”
” Bukumu yang kedua menjelaskan bahwa kamulah pengganti Pdt. Yesaya Pariaji ”
” Benar pak,.. Tuhan sendiri yang mengatakan pada saya ”
” Kamu siap ? ”
” Itu masalahnya pak,.. saya merasa tidak bisa menggantikan bapak Yesaya Pariaji,.. tugas itu terasa sangat berat, saya merasa tidak akan mampu,.. mengapa bukan orang lain saja, mengapa harus saya,.. saya tidak sanggup pak, saya tidak akan sanggup ”.
” Kamu benar,.. kamu tidak akan bisa, kamu tidak akan sanggup, dan kamu tidak akan mampu menggantikan bapak Yesaya Pariaji, dan kamu memang tidak bisa berbuat apa-apa tanpa Tuhan. Tetapi ketika Tuhan menuntunmu baru engkau sanggup lakukan perintah Tuhan ”.
” Itulah pergumulanku pak,.. ”
” Satu hal,.. harus kamu ingat,.. bahwa ketika kamu tidak menjadi pengganti bapak Yesaya Pariaji, terbukti tuduhan yang mengatakan bahwa kamu adalah nabi palsu ”.
” Itu dia pak saya serahkan semuanya ke tangan Tuhan ”.
” Buktikan bahwa apa yang kamu katakan baik dalam bukumu yang pertama dan bukumu yang kedua serta buku yang selanjutnya adalah suatu kebenaran, buktikan bahwa imanmu adalah iman yang sempurna, buktikan bahwa kamu mengasihi Tuhan Yesus diatas segala-galanya ”
” Iya pak, begini pak,.. waktu Tuhan Yesus menyuruh saya menulis buku saya merasakan hadirat Tuhan melingkupi saya. Saya hanya menulis apa perintah Tuhan saja ”
” Okelah, katakanlah yang kamu tulis adalah nubuatan,.. ingat bahwa Alkitab berkata kalau seseorang yang bernubuat tetapi tidak terbukti, maka ia adalah nabi palsu ”
” Saya mesti bilang apa ya pak,.. karena yang saya tulis adalah yang Tuhan perintahkan “
” Kamu yakin yang kamu tuliskan adalah kebenaran ? ”
” Iya pak,.. saya meyakini, apakah bapak tidak percaya ? ”
” Bukan masalah percaya atau tidak percaya, tetapi saat ini saya tengah menguji perkataan Teresia, nubuat Teresia, dan ingat kalau yang kamu tulis adalah sebuah kebenaran artinya adalah bahwa kamulah pengganti Pdt. Yesaya Pariaji ”
” Aduh,.. berat sekali pak kalau saya menggantikan Bapak Yesaya Pariaji ”
” Ujilah,… ujilah selalu roh apa yang ada di hadapanmu ”
” Doakan saya pak,.. doakan saya pak sekarang juga,.. ya pak sekarang ”
Kemudian Gideon membawa Teresia ke dalam doa. Doa singkat namun berpokok pada permohonan agar Tuhan menuntun Teresia, memberkati Teresia.

Diberkatilah mereka yang mengandalkan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: