Page 15

17SUKA – SUKANYA TUHAN

Ada peristiwa yang merupakan fenomena baru di tempat pelayanan kami yang letaknya di desa terpencil dengan jalan bebatuan dan hamparan debu yang tidak ramah lingkungan. Fenomena ini merupakan awal dari kebangunan rohani dari sekelompok orang yang memiliki kerinduan yang sama yaitu menyenangkan hati Tuhan.

Waktu itu selepas senja, ada sekitar 7 orang berkumpul di satu ruangan. Sebagaimana hari-hari sebelumnya sekumpulan orang berkumpul di satu ruangan untuk berdoa, memuji, menyembah Tuhan dan juga membaca Firman Tuhan, serta shering-shering. Sore itu setelah penyembahan, seseorang tubuhnya gemetar, keluar dari mulutnya bahasa-bahasa yang tidak diketahui apa artinya, kemudian dari posisi duduk lantas perlahan berdiri masih dengan tangan gemetar dan juga keluar bahasa yang tidak bisa dimengerti yang kemungkinan besar adalah bahasa roh. Beberapa orang yang hadir nampak terkesima dengan peristiwa yang baru kali itu terjadi. Di sela-sela bahasa roh yang terdengar, terdengar juga perkataan yang bisa dimengerti. Ternyata manifestasi Roh Kudus atas orang itu. Penulis dengan seksama memperhatikan fenomena yang terjadi. Banyak perkataan dan pernyataan yang keluar dari manifestasi tersebut, dan ada peristiwa yang membuat penulis terkesiap kaget.

Sekitar setengah jam sejak manifestasi, tiba-tiba orang yang dipakai media Roh Kudus rebah ke lantai, dan tubuhnya rebah tepat di atas nampan yang berisi gelas berisi kopi panas yang mulai dingin. Tak ayal lagi penulis melihat ada sekitar 3 gelas yang pecah berantakan. Penulis berfikir,.. darah,.. cidera. Namun apa yang terjadi kemudian, orang tersebut bergerak-gerak perlahan kemudian berusaha duduk. Nampak mata terpejam,.. ekspresi wajah penuh ungkapan syukur seiring dengan perkataan dari mulutnya. Penulis segera memperhatikan tubuh orang itu,.. ternyata utuh tanpa cedera tanpa darah setetespun bahkan tanpa goresan.

Peristiwa itu segera menjadi buah bibir pada sekelompok orang, dan berdampak pada bertambah-tambahnya jumlah orang-orang yang mengikuti doa bersama setiap jam 19.00 sampai selesai. Fenomena manifestasi Roh Kudus memang tidak selalu terjadi pada doa malam, namun beberapa kali terjadi ketika ibadah raya pada hari Minggu.

Lawatan Tuhan kian hari kian sering, beberapa mujizat mulai terjadi. Saksi hidup salah satunya adalah sepasang suami istri yang sudah 2 tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak. Malam itu Tuhan hadir dan manifestasi. Seperti peristiwa-peristiwa sebelumnya, kehadiran Tuhan didahului lebih dulu dengan do’a, pujian, penyembahan serta permohonan lawatan Tuhan. Saat Tuhan melawat satu-satu mereka yang hadir, pas sampai pada pasangan muda yang sudah 2 tahun menikah tetapi belum punya keturunan, Tuhan katakan bahwa malam ini Tuhan membuka kandungannya.

Perkataan Tuhan waktu itu didengar oleh peserta doa yang malam itu hadir sekitar 20 orang.

Sekitar 1 minggu kemudian ibu pasangan muda ini merasa ada yang aneh dalam rahimnya dan ketika dicek di bidan, ternyata ia hamil. Sekarang, saat kesaksian ini ditulis, anak itu sudah lahir dan sekarang hampir berusia 6 bulan. Seorang anak perempuan yang cantik. Jumlah yang ikut doa malam semakin bertambah, pernah sampai mencapai 54 orang. Tiap malam bercengkerama dengan Tuhan dalam do’a, pujian, penyembahan serta perenungan Firman Tuhan. Mereka haus dan lapar akan jamahan Tuhan.

Beberapa pertanyaan dari beberapa orang mulai bermunculan. Benarkah yang hadir, yang manifestasi, yang bicara, yang berpesan, yang menegor, yang bernubuat adalah Roh Kudus/Tuhan ? atau unsur lain ?. Pada waktu itu sudah dijelaskan oleh seseorang yang dituakan menjadi bapak rohani demikian :

  1. Fenomena ini Alkitabiah, karena beberapa kali terjadi misalnya di 2 Tawarikh 20:14 Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah, dan 2 Tawarikh 15:1, Azarya bin Oded dihinggapi Roh TUHAN..
  2. Roh Tuhan hadir, setelah diundang untuk hadir. Roh Tuhan atau Roh Kudus adalah Tuhan sendiri yang memiliki nama pribadi YHWH. Mungkinkah kalau yang diundang adalah Tuhan kemudian yang datang bukan Tuhan ?. Kalau memang demikian apakah Tuhan tidak memiliki otoritas untuk menghalau oknum yang pura-pura menjadi Tuhan ?. Tentu Tuhan sangat bisa.
  3. Menguji setiap roh yang datang juga alkitabiah seperti tertulis dalam 1 Yohanes 4:1, Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Tuhan; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Kemudian bagaimana cara mengujinya ?. Setidaknya ada 3 hal:
  4. Siapakah yang ditinggikan ? Yang ditinggikan haruslah Tuhan, kalau bukan Tuhan berarti, sesat.
  5. Apakah menyimpang dari Firman Tuhan ?, Sepanjang masih sesuai dengan Firman Tuhan, maka yang ada adalah kebenaran dan kasih karunia.
  6. Lihat buah-buahnya sesuai Matius 7:20, Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: