Page 17

54ANUGRAH TERINDAH

Apa yang paling bernilai bagi setiap orang,.. tidaklah sama satu dengan yang lain. Ada yang senang dan merasa sangat beruntung ketika lahir di tengah-tengah konglomerat, ada yang senang dan begitu bangga ketika sukses dalam berbagai bidang, ada juga yang merasa sangat beruntung ketika memiliki pasangan hidup yang saling mengasihi.

Ada kebahagiaan yang semu dan sementara yang tidak selamanya dapat di nikmati, misalnya kecantikan atau ketampanan bahkan keperkasaan pasangan hidup yang akan terbentur dengan batasan waktu. Katakanlah sekitar seratus tahun. Dan setelah seratus tahun berlalu,.. akan masuk dalam fase kekekalan. Ada kebahagiaan yang sesungguhnya adalah bagi mereka yaitu setiap orang yang dapat meniti waktu yang seratus tahun itupun kalau bisa dan masuk dalam zona kekekalan dengan nuansa kebahagiaan selamanya yang disebut orang Kerajaan Sorga.

Pengetahuan yang seperti ini ternyata tidak selalu disadari dan dimiliki oleh setiap orang. Adalah karunia yang sangat besar dan tak ternilai ketika orang menyadari keterbatasan waktu hidup,… dan dia berusaha mencari tahu kemana dia akan pergi ketika masa hidupnya berakhir. Fase masa sebelum manusia lahir adalah urusan Tuhan, lahir melalui orang tua yang mana, juga urusan Tuhan. Tetapi ketika sudah lahir dan menjadi orang yang dewasa, perannya sebagai penentu masa depan menjadi sangat dominan.

Tidaklah tepat ketika seseorang menyalahkan Tuhan, ketika akhirnya ia masuk kesengsaraan abadi yang disebut neraka. Tidaklah bijak ketika orang merasa tidak diberi kesempatan untuk bertobat. Memang tidak semua bisa mengalami umur suntuk. Ada yang baru seumur jagung, ada yang justru masih dalam kandungan, ada yang baru sewindu, ada yang masih teruna, dan ada juga yang setengah baya. Dan kematian atau batasan masa hidup bukan masuk dalam kendali manusia, melainkan dalam kendali Tuhan.

Bicara tentang kematian,.. sedikit melongok sejarah. Adakah orang yang sanggup bertahan sampai dua ribu tahun ? Seribu tahun, bahkan seratus tahun ? Silakan saudara renungkan sendiri, tetapi yang terpenting bukan berapa lama seseorang hidup di muka bumi ini. Yang terpenting adalah berapa serius atau bagaimana kesungguhan manusia mengenal dan dikenal oleh Tuhan. Hanya itu ?.. ya memang hanya itu.

Perihal mengenal dan dikenal Tuhan, itulah yang penulis maksud dengan Anugrah Terindah. Lebih Indah lagi ketika kita mengenal nama pribadi Tuhan, yaitu YHWH. Bagaimana bisa hanya mengenal dan dikenal YHWH saja kok bisa masuk sorga ? Ya,.. kalau percaya,.. terjadilah segala sesuatu sesuai dengan iman yang melekat.

Bermula ketika manusia mengenal pribadi YHWH, artinya manusia itu tahu siapa Dia,.. Tahu tempatNya di mana, tahu kerinduanNya, tahu kehendakNya, mengerti bahkan memahami perintah-perintahNya dengan baik. Kalau belum tahu,.. segeralah mencari tahu siapakah pribadi YHWH itu. Kalau sudah tahu,.. selidiki dengan cermat dan teliti dengan baik dan benar, dengan ketekunan yang tinggi, dan keuletan yang pantang menyerah. Mengapa harus sedemikian ribet dan melelahkan,.. ? Sebenarnya tidak ribet dan melelahkan,.. sepanjang tidak dengan kekuatan sendiri. Lantas dengan siapa dan dari mana ?.

Dia,.. Bapa YHWH, sanggup memberikan kekuatan, kemampuan ketika manusia itu memintanya.

Kembali tentang kenal mengenal. Ketika saudara mengenal Dia,.. yaitu Bapa YHWH, tidak lantas berhenti dengan mengenal saja, tetapi terus bergerak maju dan berupaya agar Bapa YHWH juga mengenal saudara. Caranya seperti apa agar Bapa YHWH, mengenal saudara ?. Tentu jawabnya ada dalam Alkitab atau Kitab Suci. Lihat 1 Korintus 8:3,… Tetapi orang yang mengasihi Tuhan, ia dikenal oleh Tuhan.

Apa kaitan ayat ini dengan Kerajaan Sorga ?. Ingat Matius 7:21-23,.. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Setiap orang boleh merasa benar, hebat dan merasa dikenal Tuhan, tetapi Tuhan memiliki standard untuk menentukan siapa yang dikenalNya. Mangacu pada 1 Korintus 8:3,.. jelas mereka yang merasa telah berbuat banyak bagi Tuhan, ternyata tidak mengasihi Tuhan. Boleh jadi mereka protes pada Tuhan bahwa mereka telah mengasihi Tuhan,.. pertanyaannya apakah mereka sudah mengasihi sesama ? Karena merupakan dusta, ketika orang mengangap cukup mengasihi Tuhan saja, tanpa mau mengasihi sesama, artinya hanya ketika mengasihi sesama, maka baru bisa mengasihi Tuhan, dan sangat mengerikan ketika orang tidak mengasihi sesama,.. Artinya tidak mungkin baginya mengasihi Tuhan,.. dan 1 Korintus 16:22,.. mengatakan apa ?,.. Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata!

Ketika saudara mengasihi sesama,.. katakanlah seisi rumah saja dulu. Mungkinkah tidak bisa saling mengampuni ? Mungkinkah masih saling menyimpan dendam dan akar kepahitan ? Mungkinkah saling menjatuhkan bahkan saling mencelakakan ? Mungkinkah saling mengumbar nafsu amarah dan kedengkian yang tidak berujung ?… Silahkan saudara renungkan dengan bijak. Bayangkan standar yang dipakai Tuhan agar Tuhan mengenal saudara.

Kembali pada Matius 7:21,..( Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga ) ayat ini adalah kunci dan standar yang Tuhan sampaikan untuk dapat masuk Kerajaan Sorga. Pertanyaannya adalah,… kenal atau tahukah saudara apa perintah Bapa ?. Bapa yang mana yang dimaksud ? Tentu Bapa yang Sorga yang memiliki nama pribadi YHWH, yang juga pemilik Kerajaan Sorga. Kalau belum tahu,.. sekarang saatnya mencari tahu,.. baca Kitab Suci, temukan jawabannya. Penulis akan ingatkan beberapa perintah atau kehendak Bapa, yang tertulis dalam Kitab Suci, di antaranya :

  1. Keluaran 3:15,.. Selanjutnya berfirmanlah Elohim kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: YHWH, Elohim nenek moyangmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.
  2. 1 Tawarikh 16:8,.. Bersyukurlah kepada YHWH, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!
  3. 1 Tawarikh 16:28-29,.. Kepada YHWH, hai suku-suku bangsa, kepada YHWH sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada YHWH kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada YHWH dengan berhiaskan kekudusan.
  4. Yesaya 42:8,..Aku ini YHWH, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.
  5. Yesaya 43:11,.. Aku, Akulah YHWH dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
  6. Mazmur 105:1,..Bersyukurlah kepada YHWH, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!
  7. Keluaran 20:7,.. Jangan menyebut nama YHWH, Elohimmu, dengan sembarangan, sebab YHWH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
  8. Keluaran 23:13,.. Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama allah lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu.”

Catatan penulis:

Penulis menyesuaikan dengan keterangan kamus Alkitab dari LAI, untuk perkataan TUHAN, sehingga penulis mengganti kata TUHAN menjadi YHWH. Kata Allah, penulis ganti dengan Elohim, karena nama Allah adalah nama pribadi Tuhan agama Islam yang dapat dibaca dala Qs. 7:54,.. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah. Ingat Yohanes 4:22,.. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

Layak untuk direnungkan:

  1. Kapankah Tuhan Yesus Kristus menyatakan Allah ada di dalam diri-Nya ?
  2. Benarkah Tuhan Yesus Kristus menyuruh umatNya menyembah Allah ?
  3. Siapakah yang mengatakan Yesus Kristus itu Anak Allah ?
  4. Benarkah Tuhan Yesus Kristus mengajar Firman Allah ?
  5. Benarkah para Rasul itu dipimpin oleh Roh Allah ?
  6. Benarkah para nabi dulu itu menyembah Allah ?
  7. Dari manakah asal mula ajaran menyembah Allah ?
  8. Apakah Allah hanya sekedar bahasa saja ?
  9. Apakah Allah itu hanya sebutan atau sosok pribadi ?
  10. Apakah benar Allah itu pencipta langit dan bumi ?

Anugrah lebih besar lagi ketika saudara dapat menemukan jawabannya dengan benar dihadapan TUHAN, yang memiliki nama pribadi YHWH.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: